PHOTO GALLERY

Delagasi Indonesia diwakili oleh Ketua Umum DPP PPNI, Ketua Bidang Luar Negeri, Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi dan perwakilan wilayah Koordinator Wilayah Sulawesi. Perjalanan cukup melelahkan dengan perbedaan waktu antar Negara yang panjang 5-6 jam. Tak ada waktu adaptasi bagi jet lag yang dirasakan, tidak tidur 24 jam delegasi langsung mengikuti kegiatan sidang sehari penuh. Kegiatan dilakukan di Centre de Convencions Internacional de Barcelona atau semacam Jakarta Convention Center atau sejenisnya.

Council of National Representative Meeting, 25-27

  • Delagasi Indonesia diwakili oleh Ketua Umum DPP PPNI, Ketua Bidang Luar Negeri, Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi dan perwakilan wilayah Koordinator Wilayah Sulawesi. Perjalanan cukup melelahkan dengan perbedaan waktu antar Negara yang panjang 5-6 jam. Tak ada waktu adaptasi bagi jet lag yang dirasakan, tidak tidur 24 jam delegasi langsung mengikuti kegiatan sidang sehari penuh. Kegiatan dilakukan di Centre de Convencions Internacional de Barcelona atau semacam Jakarta Convention Center atau sejenisnya.
  • Sesi kedua adalah berbicara tentang Migrant, Refugees and Displaced Person (MRDPs) yang diawai dengan presentasi dari Ambassador William Swing. Walau Indonesia tidak termasuk dalam pemain utama mengatasi permasalah migrasi dan pengungsi, Indonesia salah satu negara yang disebut oleh Swing dengan adanya domestic migrant karena bencana. Dilanjutkaan dengan Tanya jawab dan presentasi dari 6 Negara yang memiliki kaitan dengan MRDPs, yaitu Yunani, Libanon, Kanada, Samoa dan Kongo. Banyak upaya yang dilakukan perawat untuk melakukan tindakan nyata dalam masalah kesehatan migrant. MRDPs menarik dan perlu untuk masuk dalam policy discussion and statement. 

Pernyataan dan gambar menarik di sampaikan oleh presiden ICN, Judith Shamian, keperawatan tentan bubble phenomena ditingkat idividu, nasional, regional dan internatsional. Voice of nurses to be heard menjadi sangat relevan. Perawat sangat diperlukan tapi tak banyak orang yang mengenal dan tak dilihatkan dalam pengambilan keputusan penting. Pekerjaan PPNI yang tak kenal lelah mengenalkan organisasi dan pentingnya perawat harus dilanjutkan dan diikuti oleh semua lapisan. Di dalam lembaga lembaga PBB masih ada yang belum mengenal kiprah ICN dan perawat dalam mengatasi berbagai masalah dunia yang berakibat pada masalah kesehatan
  • Forum konsultasi regional, membahas berbagai aspek MRDPs, dari Negara-negara anggota. Sharing informasi dan pengalaman mengatasi migrasi dan pengungsi serta hambatan yang dialami perawat sangat hangat terjadi. Migrasi juga mencakup pengertian perpindahan perawat secara natural atau terpaksa. Perpindahan perawat secara natural keluar negeri akibat kebijakan politik dalam negera Philiphina terhadap perawat menyebabkan mulai dirasakan kekurangan perawat kompeten didalam negeri. Namun isyu panas seperti pengungsi Rohingnya yang sebagian masuk ke Indonesia hanya sedikit disinggung. Berbagai usulan dalam meningkatkan keterlibatan proses pengambilan keputusan di tingkat pemerintah dan lembaga dunia disampaikan NNAs (National Nurses Associations) . Salah satu yang menarik adalah dibukanya nursing officer post di WHO. Usulan selundupan yang tidak terkait topic, tetapi penting untuk disampaikan. Forum juga menyepakati draft policy paper yang disampaikan oleh tim penyusun. 

Selanjutnya, policy paper menjadi kewajiban semua level organisasi untuk menjalankan berbagai arahan kebijakan agar bisa diimplementasikan. Bagi Indonesia inti penting sebagai pintu masuk untuk menyampaikan betapa pentingnya perawat dalam menangani pengungsi, terutama akibat bencana alam yang banyak terjadi di Indonesia. Policy paper akan diterjemahkan dan dikirimkan ke Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggunalan Bencana sebagai bahan advokasi dan pintu masuk pelibatan dan perhatian masalah keperawatan dalam tim bantuan kesehatan
  • browse

Kategori Lainnya...