News

TEP ITB Perkuat Akses Informasi dan Koordinasi Yankes Untuk Tenaga Kesehatan di Ongan Jaya

Oleh Admin Jumat, 6 November 2026
TEP ITB Perkuat Akses Informasi dan Koordinasi Yankes Untuk Tenaga Kesehatan di Ongan Jaya

Infokom DPP PPNI - Perkembangan teknologi pada saat ini dapat dimanfaatkan dalam bidang kesehatan termasuk untuk peningkatan pelayanan. 

Untuk itulah Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kementerian Transmigrasi memperkuat akses informasi dan koordinasi layanan kesehatan di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua, melalui pelatihan dan simulasi penggunaan platform digital Lerehfarma.id, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mengelola informasi layanan secara mandiri, mulai dari ketersediaan obat, pengaduan masyarakat, hingga data penyakit. Pemanfaatan platform tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi keterbatasan akses informasi dan komunikasi antar fasilitas kesehatan di wilayah terpencil.

Pelatihan yang berlangsung di Ongan Jaya ini melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Yapsi dan delapan Puskesmas Pembantu (Pustu), yakni Bumi Sahaja, Nawa Mulya, Nawa Mukti, Taqwa Bangun, Purnawajati, Tabbeyan, Bundru, dan Kwarja. Kegiatan ini juga menghadirkan Perawat Juni Irianto dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura sebagai narasumber.

Meningkatkan Kemandirian Tenaga Kesehatan Melalui Teknologi Digital

Lerehfarma.id merupakan platform informasi kesehatan yang menyediakan berbagai fitur, antara lain informasi fasilitas dan layanan kesehatan, ketersediaan obat, pengaduan warga, artikel kesehatan, serta data penyakit.

Sejak awal Oktober 2026, Tim TEP ITB telah melakukan pendampingan langsung kepada tenaga kesehatan di sejumlah Pustu. Pendampingan ini dilanjutkan dengan pelatihan bersama dan simulasi untuk memperkuat pemahaman peserta dalam menggunakan platform tersebut.

Hasil evaluasi terhadap 12 tenaga kesehatan yang mengikuti pendampingan menunjukkan tingkat penilaian positif, dengan rata-rata skor 4,67 dari skala 5. Fitur informasi obat menjadi salah satu yang paling diminati karena dinilai dapat mendukung transparansi ketersediaan obat di fasilitas kesehatan.

Dalam sesi simulasi, peserta mempraktikkan lima studi kasus yang menggambarkan situasi pelayanan sehari-hari, seperti menerima dan menindaklanjuti pengaduan warga, memperbarui informasi obat dan alat kesehatan, serta melakukan koordinasi antara Pustu dan Puskesmas.

Melalui praktik tersebut, tenaga kesehatan tidak hanya memahami cara mengoperasikan website, tetapi juga mempelajari alur pengelolaan informasi agar pelayanan dapat berlangsung lebih terkoordinasi dan terdokumentasi.

Kolaborasi untuk Keberlanjutan Layanan Kesehatan

Muhammad Yudhistira Azis selaku Ketua Tim TEP Kementerian Transmigrasi dan ITB, menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan setempat dalam memastikan keberlanjutan pemanfaatan Lerehfarma.id.

“Lerehfarma.id sudah berkembang dengan baik untuk kawasan Yapsi. Harapannya, sistem ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas. Kita membutuhkan tenaga kesehatan yang menjadi pelopor untuk memastikan Lerehfarma.id benar-benar berjalan dan digunakan secara berkelanjutan,” ungkapnya. (IR)


Sumber: Media online itb.ac.id