News

Dinkes Kab Jayapura Mengapresiasi & Tetapkan Insentif Rp3 Miliar Bagi Named dan Nakes di Daerah Terpencil

Oleh Admin Selasa, 7 April 2026
Dinkes Kab Jayapura Mengapresiasi & Tetapkan Insentif Rp3 Miliar Bagi Named dan Nakes di Daerah Terpencil

Infokom DPP PPNI - Pemerintah pusat dan daerah memberikan perhatian khusus bagi tenaga medis (named) maupun tenaga kesehatan (nakes) terutama untuk peningkatan kesejahteraan yang mengabdi di daerah terpencil Papua.

Untuk itulah Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura memberikan insentif bagi tenaga medis dan nakes yang bertugas di daerah yang sulit akses dari perkotaan.

Pada tahun 2026, Dinkes Kabupaten Jayapura menetapkan insentif khusus senilai Rp3 miliar per tahun bagi dokter dan tenaga kesehatan di wilayah terpencil dan sangat terpencil.

Berkaitan itu Adi Kurniawan selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Kab Jayapura menyampaikan bahwa dana insentif bagi named dan nakes ini bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) sebagai bentuk apresiasi bagi nakes di garda terdepan serta untuk mempercepat pemerataan layanan kesehatan di wilayah yang sulit dijangkau.

“Total setahun kita berikan insentif dokter dan nakes kurang lebih Rp3 miliar bagi mereka yang bertugas di Puskesmas wilayah terpencil dan sangat terpencil. Sesuai dengan SK Kemenkes ada 17 Puskesmas, namun nakes diutamakan untuk yang bertugas di Puskesmas pembantu,” ungkapnya, sesuai yang diliris fajarpapua.com.

Dijelaskannya, di Kabupaten Jayapura terdapat 72 petugas kesehatan yang ditempatkan di Puskesmas Pembantu (Pustu) dengan jumlah keseluruhan sekitar 140 tenaga kesehatan.

Dimana petugas nakes yang bertugas di wilayah terpencil diberikan insentif sebesar Rp400.000 per bulan, sedangkan bagi tenaga dokter berkisar antara Rp4 juta hingga Rp7 juta per bulan.

“Rata-rata nakes pustu berada di kampung yang melayani masyarakat orang asli Papua termasuk di wilayah Pagai, Airu, dan Gresi Selatan. Hampir 100 persen masyarakat yang dilayani merupakan OAP,” sebutnya.

Andi menerangkan juga bahwa sekitar 50 persen tenaga kesehatan yang ditempatkan di kampung merupakan orang asli Papua, sehingga diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan di wilayahnya. (IR)


Sumber: Media online fajarpapua.com