News

Diskes Indragiri Hulu Gelar Pelatihan Penanganan Pasien Stroke Untuk Dokter & Perawat: Optimalkan Yankes

Oleh Admin Jumat, 31 Juli 2026
Diskes Indragiri Hulu Gelar Pelatihan Penanganan Pasien Stroke Untuk Dokter & Perawat: Optimalkan Yankes

Infokom DPP PPNI - Upaya terus dilaksanakan oleh pihak terkait bersama tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Pelatihan itu untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi para dokter dan Perawat di Puskesmas/FKTP, agar mampu melakukan pencegahan faktor risiko dan penilaian prediksi risiko stroke.

Demikian yang disampaikan Indrawansyah selaku Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhu.

"Pelatihan penanggulangan stroke ini sangat penting bagi dokter dan perawat," ungkap Indrawansyah yang juga asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Inhu, Kamis (30/7/2026), sesuai yang diliris riaupos.jawapos.com.

Plt Kepala Diskes berharap kepada peserta yang mengikuti pelatihan agar tetap mengedepankan adab serta empati saat memberikan pelayanan kepada pasien. Sehingga pasien yang datang berobat mendapat pelayanan yang memuaskan.

Untuk itu katanya, pelatihan kali ini dirancang bukan hanya untuk menyegarkan kembali teori-teori medis, tetapi juga untuk melatih ketepatan bertindak. 

Sementara itu, ada tiga poin yang harus diperhatikan saat melakukan tindakan di antaranya, skrining dan deteksi cepat untuk mengidentifikasi gejala awal stroke tanpa ragu. Kemudian, penanganan stabilisasi awal dengan memberikan pertolongan pertama yang optimal sebelum pasien dirujuk.

Selanjutnya, sistem rujukan terintegrasi yakni memastikan rantai rujukan (referral system) berjalan mulus tanpa membuang waktu emas (golden period).

"Kehadiran peserta mengikuti pelatihan, membuktikan komitmen nyata untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat," ungkapnya.

Dalam pada itu Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan pada Dinkes Inhu, Dewi Deva Yanti SH mengatakan bahwa, pelatihan penanganan pasien stroke bagi dokter dan perawat berlangsung dari tanggal 28 Juli hingga 3 Agustus 2026.

Menurutnya, stroke merupakan kondisi medis darurat dan menjadi penyebab utama kecacatan serta kematian nomor dua di dunia, termasuk di Indonesia. Prevalensi stroke terus meningkat dan kini mulai menyerang usia produktif, dipicu oleh faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes melitus. 

Untuk di Kabupaten Inhu bahwa capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk hipertensi masih memerlukan penguatan yang signifikan.

"Oleh karena itu, Dinkes Inhu memandang perlu untuk membekali tenaga medis di lini terdepan melalui pelatihan teknis itu," imbuhnya. (IR)


Sumber: Media online riaupos.jawapos.com