Infokom DPP PPNI - Kepiawaian maupun kebiasaan seorang Perawat telah disalurkan melalui peluang kegiatan yang bermanfaat.
Pagelaran fashion show lansia tingkat Kabupaten Tasikmalaya dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tahun 2026 sukses digelar di Gedung Islamic Center Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Pada ajang tersebut, enam finalis tampil maksimal memperagakan busana terbaiknya di hadapan dewan juri demi meraih nilai tertinggi.
Berdasarkan hasil penilaian akhir, peserta utusan dari Kecamatan Cikalong atas nama Tati Maryati berhasil keluar sebagai juara pertama setelah mengantongi nilai tertinggi.
Sorak sorak penonton dan pendukung pun bergemuruh saat Tati melangkah ke atas panggung untuk menerima piala penghargaan yang diserahkan langsung oleh Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin. Raut wajah gembira tak mampu disembunyikan sang juara usai menerima piala bergengsi tersebut.
”Kami ucapkan selamat kepada ibu-ibu yang telah sama-sama berpartisipasi dalam kegiatan fashion show ini,” ungkap Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin saat ditemui usai penyerahan hadiah, sesuai yang diliris kapol.id.
Disampaikannya, kegiatan semacam ini perlu terus dikembangkan dan dilestarikan sebagai wadah untuk memupuk kreativitas para ibu di Kabupaten Tasikmalaya.
Sementara itu, Tati Maryati menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas dukungan penuh dari jajaran pengurus serta kader PKK di wilayah Kecamatan Cikalong.
”Alhamdulillah, berkat doa dan kerja sama Tim Penggerak PKK Kecamatan Cikalong serta ibu-ibu kader desa se-Kecamatan Cikalong, kami bisa meraih prestasi ini,” ucap Tati.
Perempuan yang berprofesi sebagai Perawat di Puskesmas Cikalong ini mengaku, motivasinya mengikuti perlombaan lantaran dunia fashion merupakan salah satu hobinya sejak lama.
”Saya memang sangat menyukai dunia fashion. Begitu dapat informasi ada lomba ini, saya langsung mendaftar,” terangnya.
Meski usianya kini sudah memasuki kepala lima, hal itu tak menyurutkan semangat dan rasa percaya dirinya untuk bersaing sejak tahap seleksi.
”Justru di usia lansia seperti sekarang, kami ingin membuktikan bahwa kami masih mampu menunjukkan kreativitas dan tampil percaya diri di atas panggung,” tegasnya.
Menariknya, Tati mengaku tidak melakukan persiapan khusus maupun latihan berat menjelang hari perlombaan, termasuk dalam urusan memilih gaun.
”Kebaya yang saya pakai ini sebenarnya kebaya lama yang sudah dimiliki sejak dua tahun lalu. Kalau dilihat dari modelnya pun tergolong ‘jadul’ (jaman dulu). Tapi balik lagi ke kepercayaan diri, meskipun tampil apa adanya, kita harus tetap maksimal,” tutupnya. (IR)
Sumber: Media online kapol.id