News

Upaya Dinkes Babel Bersama KKI Agar Named dan Nakes Mengakselerasi Target Kesehatan & Perkuat Mutu Pelayanan Publik

Oleh Admin Rabu, 30 September 2026
Upaya Dinkes Babel Bersama KKI Agar Named dan Nakes Mengakselerasi Target Kesehatan & Perkuat Mutu Pelayanan Publik

Infokom DPP PPNI - Melalui berbagai kesempatan yang dilakukan Dinas Kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Berkaitan itu Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel) berkolaborasi dengan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) menggelar Pembinaan Terpadu Keprofesian Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan pada Selasa (29/09/2026).

Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Gedung Instalasi Farmasi Dinkes Babel bertujuan untuk mengakselerasi target kesehatan serta memperkuat mutu pelayanan publik.

Ria Agustine selaku Kadinkes Babel saat membuka kegiatan mengatakan bahwa pertemuan strategis ini menjadi momentum kunci dalam menyelaraskan pemahaman tenaga medis dan tenaga kesehatan.

"Terutama terhadap regulasi baru serta standar profesi demi memberikan perlindungan hukum dan pelayanan optimal bagi masyarakat," ungkapnya, sesuai yang diliris dinkes.babelprov.go.id.

Ditegaskannya, bahwa Kementerian Kesehatan saat ini sedang menjalankan enam pilar transformasi sistem kesehatan.

“Meliputi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, serta teknologi kesehatan,” katanya.

“Transformasi ini memerlukan sinergi kuat antara pemerintah dengan seluruh stakeholder terkait, termasuk organisasi profesi yang menaungi tenaga medis dan tenaga kesehatan di daerah,” terangnya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, lanjutnya, pemerintah memiliki kewajiban dalam mengatur perencanaan, pengadaan, pendayagunaan, hingga pembinaan dan pengawasan mutu tenaga kesehatan. 

“Di sisi lain, tenaga medis dan tenaga kesehatan yang menjalankan praktiknya berhak mendapatkan pelindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesi, standar pelayanan profesi, standar prosedur operasional (SPO), etika profesi, serta kebutuhan kesehatan pasien,” jelasnya.

Diingatkannya juga bahwa melalui pembinaan teknis keprofesian ini, para nakes mendapatkan pemahaman mendalam dari para narasumber ahli. “Disampaikan juga materi pembinaan dan penegakan disiplin profesi, registrasi tenaga medis dan tenaga kesehatan, hingga program pengembangan profesi berkelanjutan,” ucapnya.

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi profesional sekaligus melindungi masyarakat dari segala potensi risiko yang dapat membahayakan kesehatan,” tutupnya.

Kegiatan ini dihadiri secara luring oleh jajaran pimpinan instansi vertikal, rumah sakit daerah maupun swasta, institusi pendidikan kesehatan (Poltekkes dan Institut Citra Delima), dan ketua organisasi profesi kesehatan di Bangka Belitung, serta diikuti secara daring oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, puskesmas, dan rumah sakit se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (IR)


Sumber: Media online dinkes.babelprov.go.id