News

Dokter & Dua Perawat Asal MDMC Bantu Puskesmas Dampek di NTT Tangani Pasien Terdampak Gempa

Oleh Admin Kamis, 20 Agustus 2026
Dokter & Dua Perawat Asal MDMC Bantu Puskesmas Dampek di NTT Tangani Pasien Terdampak Gempa

Infokom DPP PPNI - Kepedulian pihak tertentu terhadap musibah yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah diwujudkan dengan sebaik-baiknya.

Berkaitan itu Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengerahkan satu dokter dan dua Perawat ke Puskesmas Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa. Tim kesehatan Muhammadiyah juga telah mengevakuasi tiga pasien dengan kondisi fraktur ke RSUD Borong untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pengiriman tenaga kesehatan tersebut dilakukan setelah dr. Melinda, tenaga medis di Puskesmas Dampek, membutuhkan tambahan personel untuk menangani banyaknya pasien pascagempa. Informasi mengenai kondisi tersebut beredar melalui media sosial dan grup Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Respons tersebut menjadi bagian dari operasi kemanusiaan MDMC bersama jejaring layanan kesehatan Muhammadiyah di wilayah Flores. Tim diterjunkan untuk membantu tenaga kesehatan setempat sekaligus memastikan pasien yang membutuhkan tindakan lanjutan dapat segera dirujuk.

Di bawah koordinasi Direktur Klinik Utama Muhammadiyah Ende, Ibrahim Sengaji, tim kesehatan Muhammadiyah bergerak menuju sejumlah wilayah terdampak sejak hari pertama setelah gempa.

Salah satu tenaga medis yang terlibat dalam operasi tersebut, dr. Baim, mengatakan tim bersama Klinik Muhammadiyah Ende, MDMC Ende, dan Klinik Muhammadiyah Maumere berangkat menuju Mbay pada Sabtu sekitar pukul 10.30 WITA.

Setibanya di Mbay, tim tidak langsung berhenti. Mereka melakukan penyisiran terhadap masyarakat di wilayah perbukitan setelah memperoleh informasi mengenai potensi tsunami.

“Kemudian besoknya kami melanjutkan ke Riung, Kabupaten Ngada. Kami membuat pos pelayanan Muhammadiyah di Mbay, kemudian melanjutkan ke Riung dan berkoordinasi dengan PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) dan PDA (Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah) Kabupaten Ngada untuk membuat pos pelayanan di sana,” ujar Baim sesuai yang diliris khittah.co.

Dari Mbay, tim kemudian melanjutkan perjalanan menuju Riung, Kabupaten Ngada. Di wilayah tersebut, Muhammadiyah berkoordinasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Ngada untuk membangun pos pelayanan.

Perjalanan berlanjut menuju Manggarai Timur. Dalam perjalanan, tim menemukan sejumlah wilayah dengan kondisi kerusakan cukup parah akibat gempa.

Dengan membawa logistik dan obat-obatan yang tersedia secara terbatas, tim tetap bergerak menuju wilayah yang membutuhkan bantuan. Kondisi akses yang cukup menantang tidak menghentikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Setibanya di Manggarai Timur, tim menemukan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Warga juga membutuhkan pelayanan kesehatan akibat dampak gempa.

Tim kemudian memberikan pertolongan kepada masyarakat, mulai dari perawatan luka hingga tindakan medis sesuai dengan kondisi pasien yang ditemukan di lapangan.

Saat berada di wilayah Pota pada malam hari, tim memperoleh informasi mengenai kondisi Puskesmas Dampek. Dokter Melinda disebut menangani banyak pasien dengan dukungan tenaga kesehatan yang terbatas.

Informasi tersebut juga disampaikan melalui grup IDI dan kemudian menjadi dasar bagi tim Muhammadiyah untuk mengubah pergerakan menuju Dampek.

“Setelah ada berita di grup IDI bahwa dokter Melinda menangani sendiri dengan begitu banyak pasien, keesokan paginya kami bergeser ke Dampek untuk membantu dokter Melinda dengan satu dokter dan dua perawat,” kata Baim.

Setelah tiba di Puskesmas Dampek, dokter dan dua Perawat Muhammadiyah langsung bergabung dengan tenaga kesehatan setempat. Mereka membantu pelayanan pasien sekaligus melakukan penilaian terhadap pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Dalam proses tersebut, tim menemukan pasien dengan kondisi yang memerlukan rujukan. Sebanyak tiga pasien dengan fraktur kemudian dievakuasi ke RSUD Borong.

Rujukan dilakukan agar pasien mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis yang lebih memadai sesuai dengan kondisi masing-masing. (IR)


Sumber: Media online khittah.co