News

Dinkes Kabupaten Probolinggo Gelar Pelatihan Teknis Penanggulangan Stroke Bagi Dokter dan Perawat di FKTP

Oleh Admin Kamis, 5 Maret 2026
Dinkes Kabupaten Probolinggo Gelar Pelatihan Teknis Penanggulangan Stroke Bagi Dokter dan Perawat di FKTP

Infokom DPP PPNI - Melalui berbagai kesempatan yang didapatkan oleh tenaga medis maupun tenaga kesehatan dalam menambah kompetensi dalam menangani penyakit tertentu.

Berkaitan itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan teknis penanggulangan stroke bagi dokter dan perawat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Kegiatan ini dilaksanakan secara klasikal bertempat di UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Murnajati, Kampus Malang, Jawa Timur, Senin hingga Jum’at (2-6/3/2026).

​Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tingginya angka kesakitan, disabilitas dan kematian akibat stroke yang kini menjadi penyebab kematian nomor tiga di dunia. Berdasarkan data BPJS Kesehatan, stroke juga menjadi penyakit katastropik dengan beban pembiayaan terbesar ketiga di Indonesia mencapai Rp 3,23 triliun pada tahun 2022.

Kegiatan ini diikuti 30 orang peserta yang terdiri dari 1 dokter dan 1 perawat dari 15 Puskesmas di wilayah Kabupaten Probolinggo. Program ini dirancang agar para tenaga medis di garda terdepan mampu melakukan deteksi dini serta penanganan stroke yang terintegrasi sesuai standar pelayanan kesehatan.

Selama lima hari, peserta dibekali dengan total 39 Jam Pelajaran (JPL) yang mencakup materi teori dan praktik. Materi inti yang diberikan meliputi upaya pencegahan faktor risiko stroke, penilaian prediksi risiko stroke menggunakan instrumen standar, penatalaksanaan stroke di tingkat FKTP, terapi medik gizi serta pencegahan komplikasi pada pasien pasca stroke serta sistem pencatatan dan pelaporan stroke yang akurat di FKTP.

​Para fasilitator yang dihadirkan berasal dari berbagai latar belakang ahli, termasuk Tim Kerja Gangguan Otak dan Kardiovaskuler Kemenkes RI, Widyaiswara Murnajati serta dokter spesialis dari organisasi profesi seperti PERDOSNI (Saraf), PDGKI (Gizi Klinik) dan PERDOSRI (Rehabilitasi Medik).

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo melalui ​Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Sri Rusminah menekankan pentingnya peran FKTP dalam menekan angka fatalitas stroke.

​”Stroke bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berdampak pada produktivitas penduduk. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan dokter dan perawat di Puskesmas memiliki kompetensi yang mumpuni dalam melakukan pencegahan faktor risiko hingga tata laksana paska stroke bagi masyarakat,” ujarnya.

Sri Rusminah berharap output dari kegiatan ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Dengan adanya tenaga kesehatan yang terlatih, diharapkan deteksi dini faktor risiko dapat dilakukan lebih masif di tingkat desa, sehingga serangan stroke dapat dicegah atau ditangani lebih cepat sebelum menimbulkan disabilitas menetap,” tambahnya.

​Dengan berakhirnya pelatihan ini, para peserta diharapkan segera menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk diimplementasikan di wilayah kerja masing-masing. (IR)


Sumber : Media online probolinggokab.go.id