Infokom DPP PPNI - Kepedulian tenaga kesehatan terhadap kondisi petugas-petugas yang melakukan pemadaman hutan di daerah terdampak.
Bukan hanya api yang menjadi ancaman dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun kondisi fisik para petugas yang berhari-hari berjibaku dengan panas, asap dan medan berat juga menjadi perhatian.

Dalam memastikan kondisi mereka tetap prima, tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Tanjungsamak turun langsung ke posko pemadam karhutla di Desa Gemalasari, Kecamatan Rangsang, Riau, Rabu (8/9/2026).
Pemeriksaan dilakukan sejak pukul 06.30 hingga 09.30 WIB, bertepatan dengan waktu sebelum pergantian shift. Para petugas yang selesai menjalankan tugas mendapat kesempatan memeriksakan kondisi tubuh sebelum kembali ke lapangan. Dari total 130 petugas yang berada dalam penanganan karhutla tersebut, sebanyak 70 orang menjalani pemeriksaan kesehatan.
Widya Nengsih selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti mengatakan, bahwa pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan petugas setelah menjalankan aktivitas pemadaman di tengah kondisi lapangan yang cukup berat.
"Petugas kita menghadapi paparan asap, panas dan aktivitas fisik yang cukup berat. Karena itu, kondisi kesehatan mereka juga perlu dipantau," ungkap Widya, sesuai yang diliris riaupos.jawapos.com.
Dari pemeriksaan yang dilakukan, sejumlah keluhan kesehatan ditemukan pada petugas. Keluhan tersebut antara lain batuk, nyeri tenggorokan, demam, mata terasa perih dan merah, iritasi kulit hingga nyeri otot atau myalgia.
Menurut Widya, keluhan tersebut menjadi perhatian karena petugas berada cukup lama di lingkungan yang penuh asap dan panas serta harus melakukan aktivitas fisik selama proses pemadaman.
Pemeriksaan tidak hanya sebatas mengecek kondisi fisik. Tenaga kesehatan juga melakukan anamnesa untuk menggali keluhan yang dirasakan petugas, memberikan konseling serta obat-obatan dasar sesuai hasil pemeriksaan dan keluhan masing-masing.
"Keluhan yang ditemukan cukup beragam, mulai dari batuk, nyeri tenggorokan, mata perih dan merah, iritasi kulit, demam hingga myalgia. Petugas yang memiliki keluhan diberikan penanganan sesuai kondisinya,” terangnya.
Pelayanan kesehatan sengaja dilakukan langsung di posko agar petugas tidak harus meninggalkan lokasi untuk mendapatkan pemeriksaan. Terlebih, sebagian besar mereka masih dibutuhkan untuk melanjutkan penanganan karhutla pada pergantian shift berikutnya. (IR)
Sumber: Media online riaupos.jawapos.com