Infokom DPP PPNI - Peluang tenaga kesehatan khususnya Perawat untuk bekerja di luar negeri semakin terbuka dan keterlibatan Pemerintah Indonesia terus berlanjut.
Kali ini Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne terus mendorong peningkatan mobilitas tenaga kerja profesional kesehatan Indonesia ke luar negeri, khususnya Australia. Ungkap Wakil Konsul Jenderal RI di Melbourne, Jani Sasanti dalam webinar bertajuk “Pathways and Opportunities for Nurses from Indonesia to Work in Australia”, Rabu (15/4/2026).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Australia, negara tersebut diproyeksikan mengalami kekurangan hingga 123.000 tenaga perawat pada tahun 2030. Kebutuhan terbesar, khususnya di negara bagian Victoria, berada pada sektor layanan lansia dan disabilitas.
“Kolaborasi ini bukan sekadar menjawab kebutuhan pasar kerja, tetapi juga menjadi instrumen diplomasi ekonomi yang konkret. Kami ingin memastikan Perawat Indonesia memiliki akses informasi yang akurat untuk berkarier di tingkat internasional,” terang Jani, sesuai yang diliris rri.co.id.
Sementara itu, dua perawat profesional asal Indonesia yang telah berkarier di Australia, Katarina Constantine dan Fauzia Sarah. Berbagi pengalaman mengenai adaptasi budaya kerja serta tantangan teknis di lingkungan rumah sakit Australia.
Selain membuka peluang ekonomi, program ini juga membawa misi pemberdayaan perempuan. Dengan sekitar 71 persen tenaga perawat di Indonesia merupakan perempuan, akses kerja ke luar negeri dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat profesionalisme.
Dengan tingkat penghasilan perawat di Australia yang relatif tinggi, inisiatif ini diharapkan menjadi alternatif peningkatan taraf hidup yang terukur. Sekaligus, tetap berada dalam koridor perlindungan hukum internasional.
“Melalui berbagai inisiatif ini, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap WNI yang bekerja di luar negeri mendapatkan perlindungan maksimal. Yaitu, melalui jalur migrasi tenaga kerja yang terstruktur dan aman,” jelas Jani Sasanti.
Kegiatan webinar merupakan kerja sama Indonesian Professionals in Healthcare (IPHC) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sumbawa Barat, yang mana telah diikuti oleh sekitar 300 peserta secara daring dan luring. (IR)
Sumber: Media online rri.coid