Infokom DPP PPNI - Demi meningkatkan pelayanan kesehatan yang bersih dari unsur merugikan negara maupun pihak tertentu, maka telah diterapkan berbagai upaya oleh pihak terkait.
Untuk itulah 25 tenaga kesehatan yang terdiri dari enam dokter dan 19 perawat mengikuti agenda Pendidikan Antikorupsi dalam rangkaian Pelatihan Teknis Penanggulangan Stroke bagi Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang berlangsung di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Dinas Kesehatan DIY, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Senin (10/08/2026).

Berkaitan pelatihan teknis dan penguatan integritas ini diselenggarakan atas kerja sama Bapelkes Dinas Kesehatan DIY dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa peningkatan kompetensi medis dokter serta perawat di fasilitas kesehatan tingkat pertama berjalan seiring dengan penguatan budaya kerja yang jujur, transparan, dan akuntabel.
Suyitno selaku Dosen FKIP Universitas Ahmad Dahlan yang hadir sebagai narasumber untuk membekali para peserta mengenai pentingnya penerjemahan nilai-nilai antikorupsi dalam pelayanan kesehatan sehari-hari.
Dalam paparan materinya, Suyitno menegaskan bahwa keselamatan serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan sangat bergantung pada profesionalisme dan moralitas para tenaga medis.
“Pasien datang membawa harapan, bukan membawa keuntungan. Karena itu, pelayanan kesehatan harus diberikan dengan kompetensi sekaligus integritas. Semakin tinggi kompetensi tenaga kesehatan, semestinya semakin kuat pula integritas yang dimiliki. Keduanya harus berjalan bersama karena masyarakat membutuhkan pelayanan yang profesional sekaligus dapat dipercaya,” terang Suyitno pada Senin (10/08/2026), sesuai yang diliris mediacenter.slemankab.go.id.
Ditambahkannya, pembekalan ini juga mengajak peserta mengenali berbagai bentuk potensi pelanggaran integritas di sektor pelayanan publik, seperti konflik kepentingan, gratifikasi, hingga penyalahgunaan kewenangan.
Dengan pembekalan tersebut, para dokter dan perawat di tingkat FKTP diharapkan mampu menjadi benteng utama dalam membentuk ekosistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Sleman yang mengedepankan integritas serta berorientasi penuh pada keselamatan pasien. (IR)
Sumber: Media online mediacenter.slemankab.go.id