Infokom DPP PPNI - Demi mengaplikasikan Tri Dharma perguruan tinggi khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus membantu program pemerintah dan memberikan dampak baik bagi masyarakat luas kembali direalisasikan.
Berkaitan itu Tim Pengabdian Masyarakat (PPM) dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) berinisiasi meluncurkan program "KMS (Keluarga Mandiri Sehat) Bebas Stunting" di Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (7/8/2026).
Dalam menunjang program pengabdian masyarakat ini melibatkan tim pakar keperawatan komunitas, keperawatan anak, dan manajemen keperawatan dari UPNVJ.

Tim dosen yang terdiri dari Ritanti, Rita Ismail, Diah Ratnawati, dan T. Widya Naralia, serta melibatkan 10 mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan warga.
Upaya ini diterapkan merujuk rilis Dinas Kesehatan Kota Depok, yang mana Kecamatan Pancoran Mas merupakan salah satu wilayah dengan perhatian khusus terkait prevalensi stunting terutama Kelurahan Mampang tercatat puluhan balita berisiko stunting dan kasus ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK). Selain itu kegiatan ini dilakukan sebagai perwujudan poin ke-3 Sustainable Development Goals (SDGs) tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Ritanti selaku Ketua Tim PPM UPNVJ, menerangkan bahwa program yang berlangsung selama delapan bulan ini berfokus pada penguatan kapasitas kader posyandu, pencegahan stunting langsung dari tatanan keluarga, serta perbaikan pola asuh gizi balita.
"Permasalahan stunting tidak hanya sekadar memberikan bantuan gizi, tetapi bagaimana kita memberdayakan keluarga dan kader agar mampu mendeteksi dini serta mandiri dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Melalui pendekatan Keluarga Mandiri Sehat (KMS), kami mendampingi warga dari tatanan rumah tangga," ungkap Ritanti melalui keterangan tertulis kepada ppni.inna.org.
Ditegaskannya bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi dari pendekatan medis keperawatan komunitas (Perkesmas) dengan edukasi yang humanis.
"Kami mengintegrasikan pelayanan kesehatan langsung ke tatanan rumah tangga. Kader kesehatan dan tenaga pendamping keluarga kami latih agar selalu memperbarui pengetahuan mereka, mulai dari deteksi dini antropometri, pola asuh, pemberian ASI eksklusif hingga 2 tahun, MPASI Premium, hingga perbaikan cara menyapih dan perilaku hidup bersih," imbuhnya.
Selain berdampak nyata bagi warga Mampang, program ini juga menjadi wujud implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya IKU-2 (pengalaman mahasiswa di luar kampus), IKU-3 (dosen berkegiatan di luar kampus), dan IKU-5 (hasil kerja dosen digunakan masyarakat).
Rangkaian kegiatan diawali dengan musyawarah masyarakat melibatkan Lurah Mampang, PKK, kader kesehatan, dan perwakilan keluarga balita untuk mengidentifikasi masalah kesehatan, hambatan di lapangan, serta menjaring calon pendamping keluarga, dilanjutkan dengan pelatihan intensif bagi kader posyandu dan perwakilan ibu hamil/balita.
Adapun Materi pelatihan mencakup pemenuhan gizi seimbang, edukasi Makanan Pendamping ASI (MPASI) sehat, pengukuran antropometri yang presisi, hingga pencegahan dampak pernikahan usia dini terhadap stunting.
Tim UPNVJ bersama kader juga turun langsung melakukan kunjungan rumah (door-to-door) di 16 RW se-Kelurahan Mampang untuk melakukan deteksi dini, penimbangan balita dengan timbangan digital, pengukuran tinggi badan, hingga pembagian paket makanan tambahan bergizi serta pendampingan mandiri yang disupervisi oleh tim dosen untuk menguji kepercayaan diri dan kemandirian kader guna memastikan keberlanjutan program (sustainability).

Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari pihak Kelurahan Mampang bersama Puskesmas Kecamatan Pancoran Mas dan Puskesmas Kelurahan Mampang menyambut baik intervensi dari akademisi UPNVJ ini.
Melalui sinergitas ini diharapkan menjadi model percontohan (pilot project) penanganan stunting yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kota Depok.
Sebagai wujud keberlanjutan program, Tim UPNVJ juga menyusun Buku Pedoman Deteksi Dini Stunting dan Pengukuran Antropometri ber-ISBN, melakukan publikasi ilmiah melalui media social pendukung lainnya termasuk keterlibatan pihak pemerintah setempat melalui informasi dari fasilitas kesehatan yang ada.
Dengan kolaborasi erat antara kampus, pemerintah daerah, puskesmas, dan kader posyandu, Kelurahan Mampang optimistis mampu menjadikan Keluarga Mandiri Sehat yang tanggap terhadap tumbuh kembang balita dan mampu memutus mata rantai stunting secara berkelanjutan. (IR)
Sumber: Ketua Tim PPM UPNVJ