Infokom DPP PPNI - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mempunyai badan kelengkapan Ikatan atau Himpunan Perawat yang terus berkontribusi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di tanah air sesuai dengan kompetensi maupun keahlian masing-masing.

Saat menjelang peringatan Hari Perawat Internasional 2026, kemarin pada Kamis (7 Mei 2026), Hotma Roiningsih Tambunan selaku Ketua Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengatakan bahwa Perawat memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan mental sekaligus produktivitas masyarakat.
Dikatakannya, peran perawat selama ini masih kerap dipandang hanya sebatas merawat pasien. Padahal, khusus perawat kesehatan jiwa, memiliki tugas lebih luas mulai dari upaya promotif, preventif, hingga deteksi dini gangguan kesehatan mental di tengah masyarakat.
“Padahal dalam kesehatan jiwa, peran perawat juga upaya pencegahan dan promosi bahwa kesehatan jiwa itu penting,” ungkap Hotma Roiningsih Tambunan.
Menurutnya kesehatan mental yang baik sangat berpengaruh terhadap produktivitas masyarakat. Sehingga, perawat kesehatan jiwa perlu aktif memberikan edukasi dan meningkatkan literasi kesehatan mental agar masyarakat mampu menghadapi tekanan hidup dengan baik.
“Jadi perawat harus meningkatkan pengetahuan dan mampu mentransfer ilmunya kepada masyarakat,” ucapnya, sesuai yang diliris rri.coid.
Selain itu, perawat kesehatan jiwa juga berperan membantu pasien kembali produktif setelah menjalani perawatan. Disampaikanya, setiap individu memiliki kemampuan dan keterampilan berbeda yang perlu dikembangkan agar dapat kembali beradaptasi di lingkungan sosial maupun dunia kerja.
“Kita menggali kemampuan positif yang dimiliki setiap individu agar mereka siap kembali ke masyarakat dan mampu mengelola stresnya,” tuturnya.
Hotma menambahkan, profesi perawat kesehatan jiwa membutuhkan kesabaran dan kemampuan khusus dalam menangani pasien. Seorang perawat, harus mampu mengelola kondisi emosional diri sebelum membantu pasien.
“Kalau kita belum memiliki manajemen stres yang baik, bagaimana kita mau membantu pasien kita,” tuturnya.
Untuk itulah diharapkannya seluruh perawat di Kepulauan Riau terus meningkatkan profesionalisme. Selain itu juga pada kualitas pelayanan kepada masyarakat sehingga dapat memberikan aspek positif.
“Perawat harus mampu menghadapi tekanan dalam keadaan apa pun dan tetap memberikan aspek baik dari sisi promotif maupun preventif,” imbuhnya. (IR)
Sumber: Media online rri.co.id