News

AIPNI Dukung Perguruan Tinggi Keperawatan Tingkatkan Kualitas Lulusan Dapat Bersaing Secara Global

Oleh Admin Kamis, 30 Juli 2026
AIPNI Dukung Perguruan Tinggi Keperawatan Tingkatkan Kualitas Lulusan Dapat Bersaing Secara Global

Infokom DPP PPNI - Kemajuan maupun perkembangan tenaga kesehatan khususnya Perawat terus mendapatkan perhatian dari organisasi pada institusi pendidikan saat ini hingga mendatang.

Sehubungan itu Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) Regional IX Jawa Timur melantik pengurus baru sekaligus menggelar rapat kerja periode 2026-2030 di Surabaya, Rabu (29/7/2026).

Tentunya forum ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan LLDIKTI untuk meningkatkan mutu pendidikan keperawatan agar mampu memenuhi kebutuhan nasional hingga pasar kerja internasional.

Gubernur Jawa Timur diwakili Erwin Astha Triyono selaku Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, menerangkan tantangan pendidikan keperawatan saat ini bukan hanya mencetak lulusan dalam jumlah besar, tetapi memastikan kualitas dan pemerataan tenaga kesehatan.

“Tugas kita adalah mencetak Perawat yang bermutu, unggul, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi kesehatan, termasuk artificial intelligence. Selain itu, distribusi tenaga Perawat juga harus merata hingga ke daerah yang membutuhkan,” ungkap Erwin, sesuai yang diliris kilasjatim.com.

Prof Dyah Sawitri selaku Ketua LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur berharap AIPNI menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan keperawatan melalui kolaborasi global dan penguatan kurikulum berstandar internasional.

“Profesi keperawatan memiliki peluang besar di tingkat internasional. Karena itu, kurikulum perlu disesuaikan dengan kebutuhan negara tujuan, termasuk penguatan kemampuan bahasa asing agar lulusan siap bekerja di luar negeri,” ucap Dyah Sawitri.

Sementara itu, Ketua AIPNI Regional IX Jawa Timur, Prof. M. Hasinuddin menyampaikan bahwa kepengurusan baru akan memprioritaskan percepatan internasionalisasi pendidikan ners. Saat ini baru sekitar 10 persen dari 62 institusi anggota yang menerapkan kurikulum berstandar internasional.

“Tantangan terbesar adalah kemampuan bahasa asing. Kompetensi Perawat Indonesia sudah diakui di berbagai negara, sehingga yang perlu terus diperkuat adalah kesiapan bahasa dan wawasan internasional,” kata Hasinuddin.

Dirinya beranggapan bahwa peluang kerja Perawat Indonesia di luar negeri, termasuk di kawasan Timur Tengah, masih sangat terbuka. Karena itu, AIPNI akan terus mendorong perguruan tinggi meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di pasar kerja global sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di dalam negeri. (IR)


Sumber: Media online kilasjatim.com