Infokom DPP PPNI - Permasalahan kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah Indonesia maupun mancanegara menjadi perhatian bersama dari pihak terkait termasuk pemerintah daerah setempat.
Berkaitan itu kebutuhan tenaga kesehatan di Kabupaten Sintang masih belum sebanding dengan jumlah penduduk dan luas wilayah yang harus dilayani. Kondisi tersebut membuka peluang kerja yang besar bagi lulusan keperawatan, baik di dalam negeri dan di luar negeri.

Problema tersebut disampaikan Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala saat menjadi narasumber kuliah umum Program Studi D III Keperawatan Sintang, Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Pontianak Tahun 2026.
Di hadapan mahasiswa, Bala memaparkan kebijakan pemerintah daerah dalam pengembangan tenaga kesehatan dan keperawatan sekaligus menggambarkan tantangan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sintang.
Menurutnya, keberadaan Program Studi D III Keperawatan di Sintang menjadi salah satu langkah penting untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di sektor kesehatan. Luasnya wilayah Kabupaten Sintang membuat pelayanan kesehatan membutuhkan jumlah tenaga yang memadai hingga ke daerah terpencil.
“Kabupaten Sintang luas sekali, jumlah penduduk juga banyak sehingga tentu memerlukan tenaga kesehatan yang banyak. Dengan adanya Prodi D III Keperawatan ini, saya senang. Pesan saya kepada mahasiswa agar serius kuliahnya demi masa depan kalian dan harapan keluarga,” ungkap Bala, Selasa (28/7), sesuai yang diliris pontianakpost.jawapos.com.
Dijelaskannya, profesi tenaga kesehatan tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga panggilan hati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kualitas pelayanan harus menjadi prioritas utama dibandingkan orientasi materi.
Selain peluang di dalam negeri, Bala juga menilai lulusan keperawatan memiliki kesempatan berkarier di berbagai negara. Karena itu, mahasiswa diminta mempersiapkan diri sejak dini, tidak hanya menguasai ilmu keperawatan, tetapi juga kemampuan bahasa asing dan komunikasi.
Maka diharapkannya, mahasiswa memanfaatkan masa pendidikan dengan sungguh-sungguh sehingga mampu menjadi tenaga kesehatan yang profesional, memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, sekaligus membawa kebanggaan bagi keluarga dan daerah asalnya. (IR)
Sumber: Media online pontianakpost.jawapos.com