News

Kendala Ekonomi Tak Menghalangi Sulis Anak Petani Garut Jemput Mimpi Jadi Perawat

Oleh Admin Rabu, 22 April 2026
Kendala Ekonomi Tak Menghalangi Sulis Anak Petani Garut Jemput Mimpi Jadi Perawat

Infokom DPP PPNI - Keinginan dan semangat bagi seseorang ingin mengapai cita-cita dapat terwujud walaupun permasalahan ekonomi dapat menghalanginya.

Hal itu dialami gadis kelahiran Mei 2004 yang akrab disapa Sulis ini adalah potret nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah tembok penghalang, melainkan tangga menuju kesuksesan. Sulis menimba ilmu di Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung, sebuah pencapaian yang sempat terasa mustahil.

Perekonomian orang tua dari Sulis tumbuh dalam kesederhanaan yang bersahaja. Ayahnya adalah seorang buruh tani yang menggarap sawah milik orang lain dengan penghasilan sekitar Rp1.500.000 per bulan. Angka yang tergolong kecil untuk membiayai pendidikan tinggi di kota besar. Namun, semangat Sulis tidak pernah luruh karena ia memiliki "tabungan" lain yaitu doa dan nilai-nilai luhur dari orang tuanya.

“Masuklah ke jurusan keperawatan teh, Ibu selalu berdoa agar teteh bisa jadi orang yang bermanfaat,” kenang Sulis menirukan pesan sang ibu yang menjadi kompas dalam hidupnya, yang juga diliris rumah-yatim.com.

Peluang emas itu datang saat Sulis duduk di bangku kelas 12. Melalui program beasiswa dari LAZ Rumah Yatim, ia mendapatkan bimbingan belajar intensif untuk menghadapi seleksi perguruan tinggi. Perjuangan itu berbuah manis karena Sulis dinyatakan lolos pada pilihan pertama di Poltekkes Bandung.

“Rasa senang, haru, dan syukur campur aduk. Semua ini karena Allah, doa orang tua, dan bantuan Rumah Yatim,” ujarnya dengan mata berbinar.

Beasiswa tersebut menjadi tulang punggung bagi Sulis. Segala kebutuhan, mulai dari biaya makan, transportasi, hingga perlengkapan kuliah yang tidak murah, terpenuhi berkat uluran tangan para donatur.

Di kampus, Sulis bukan sekadar mahasiswa yang "numpang lewat". Ia dikenal sebagai sosok yang aktif dan menonjol bahkan beberapa catatan atas prestasi yang diraihnya.

Menurut Sulis, setiap tindakan medis yang ia pelajari adalah cara untuk membalas budi kepada masyarakat. Ia berharap setelah lulus nanti bisa segera bekerja sebagai perawat profesional. Namun, ambisinya tidak berhenti di sana. Sulis juga bercita-cita membangun usaha kuliner dan menguasai bahasa asing, seperti Arab dan Inggris, untuk memperluas cakrawala kariernya.

Di akhir percakapan, Sulis menitipkan pesan menyentuh bagi para dermawan yang telah mendukung langkahnya.

“Setiap langkah saya dalam pendidikan ini adalah buah dari kebaikan para donatur. Semoga Allah membalas setiap amal baik dengan keberkahan tanpa batas,” tutupnya. (IR)


Sumber: Media online rumah-yatim.org