News

Dinkes Jawa Timur Libatkan 5.172 Perawat: Dukung Layanan Kesehatan Selama Mudik Lebaran

Oleh Admin Rabu, 11 Maret 2026
Dinkes Jawa Timur Libatkan 5.172 Perawat: Dukung Layanan Kesehatan Selama Mudik Lebaran

Infokom DPP PPNI - Dalam memberikan kenyamanan di bidang kesehatan bagi para pemudik selama mudik lebaran tahun 2026 in, maka pemerintah daerah bersama pihak terkait telah siaga untuk menyiapkannya.

Untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) akan menyiagakan ribuan tenaga kesehatan untuk mengantisipasi kebutuhan layanan medis selama arus mudik. Langkah ini disiapkan seiring prediksi masuknya sekitar 24,90 juta pemudik ke Jatim tahun ini.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan layanan kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan pengamanan mudik yang tergabung dalam Operasi Ketupat Semeru 2026.

“Layanan kesehatan harus menjadi perhatian utama selama arus mudik dan balik Lebaran,” terangnya, Selasa (10/3/2026), sesuai yang diliris jatim.idntimes.co

Upaya mendukung kesiapsiagaan tersebut, Dinas Kesehatan Jatim menyiapkan 343 dokter, 5.172 perawat, 44 tenaga kesehatan tradisional, serta 2.852 pengemudi ambulans yang akan disiagakan di berbagai titik jalur mudik.

Selain tenaga medis, pemerintah juga menyiapkan sistem rujukan rumah sakit di sepanjang jalur mudik agar penanganan pasien darurat dapat dilakukan lebih cepat.

Khofifah menilai pemetaan rumah sakit rujukan penting dilakukan karena kondisi darurat di perjalanan kerap memicu kepanikan bagi pemudik.

“Ketika terjadi kondisi darurat biasanya muncul kebingungan. Karena itu pemetaan rumah sakit rujukan perlu disiapkan dengan baik,” ungkapnya.Sebagai bagian dari sistem tanggap darurat, Pemprov Jatim juga mengoptimalkan layanan Public Safety Center (PSC) 119 yang dapat diakses masyarakat selama perjalanan mudik untuk mendapatkan bantuan medis secara cepat.

Selain layanan kesehatan, Pemprov Jatim bersama TNI, Polri, dan berbagai instansi terkait juga mematangkan sejumlah persiapan lain seperti pengamanan jalur mudik, rekayasa lalu lintas, serta kesiapan transportasi umum.

Dikatakannya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar pelayanan kepada pemudik dapat berjalan optimal dan masyarakat merasa aman selama perjalanan.

“Saya berharap seluruh jajaran mempersiapkan langkah strategis secara matang sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya. (IR)


Sumber: Media online jatim.idntimes.com