News

Kemenkes Utamakan Beri Vaksinasinasi Campak Bagi Named & Nakes di 14 Daerah Alami KLB

Oleh Admin Jumat, 10 April 2026
Kemenkes Utamakan Beri Vaksinasinasi Campak Bagi Named & Nakes di 14 Daerah Alami KLB

Infokom DPP PPNI - Melalui kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan RI dalam melindungi tenaga medis (named) dan tenaga kesehatan (nakes) sekaligus mencegah penyebaran penyakit campak di tanah air.

Berkaitan itu Kemenkes RI mengatakan pihaknya memprioritaskan vaksinasi campak bagi 39.212 named dan 223.150 nakes di 14 daerah dengan kasus campak tertinggi, sebagai upaya melindungi orang dewasa yang rentan kena campak.

"Kemudian juga ditambah dengan 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang internship di seluruh Indonesia," kata Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Lucia Rizka Andalusia di Jakarta, Rabu (15/4/2026), sesuai yang diliris investor.id.

Disebutkannya, vaksin campak diwajibkan pada anak-anak dengan mekanisme tiga kali pemberian, yakni saat berusia 9 bulan, 18 bulan, dan booster saat berumur kelas 1 SD.

Namun dengan adanya KLB, pihaknya melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) pada daerah-daerah yang tinggi kasusnya atau yang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Nah tentunya dengan adanya KLB ini potensi penularan kepada orang berisiko tinggi dalam hal ini para nakes, yang terutama yang bekerja langsung dengan pasien ini mengalami risiko tinggi terkait dengan penularan ini," jelas Lucia Rizka.

Oleh karena itu ia mengapresiasi ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang telah memberikan izin untuk perluasan indikasi vaksin campak Bio Farma bagi orang dewasa. Sebagai tindak lanjut pihaknya akan segera melakukan vaksinasi tersebut.

"Saat ini ketersediaan vaksin MR yang digunakan untuk program pemerintah itu jumlahnya sekitar 9,8 juta dosis di seluruh Indonesia. Tingkat ketersediaannya kalau diukur adalah sekitar 5,5 bulan," ungkapnya.

Pihaknya memantau ketersediaan serta kualitas vaksin di tingkat provinsi hingga puskesmas secara real-time melalui Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik secara Elektronik (SMILE).

Selanjutnya Kemenkes juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melaksanakan vaksinasi tersebut, terutama bagi nakes.

Pada kesempatan itu dirinya mengingatkan apabila anak-anak mendapatkan vaksin campak sejak awal, seharusnya mereka mendapatkan perlindungan yang memadai seumur hidup. Namun demikian ada saja yang terlewat vaksinasinya.

Oleh karena itu diimbaunya untuk para orang tua dan wali untuk segera melengkapi status imunisasi anak-anaknya, dan tidak menunggu anak jatuh sakit dulu.

Untuk kasus campak di Sulawesi Tengah melonjak signifikan sejak awal 2026, memicu sejumlah daerah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). Lonjakan ini menjadi bagian dari tren peningkatan kasus campak yang juga terjadi secara nasional.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah hingga pekan ke-12 Maret 2026 menunjukkan Kota Palu mencatat kasus tertinggi, yakni 428 kasus. Angka ini menjadi yang paling dominan dibanding wilayah lain.

Selain Palu, status KLB juga telah ditetapkan di Kabupaten Donggala, Sigi, Tolitoli, Poso, dan Morowali Utara. Adapun penetapan ini dilakukan setelah terjadi lonjakan kasus dalam waktu singkat di masing-masing daerah. (IR)


Sumber: Media online investor.id