Infokom DPP PPNI - Mengoptimalkan upaya terus dilakukan oleh semua pihak dalam memberikan pelayanan kesehatan akibat dampak bencana alam di Sumatra.
Pemerintah memastikan layanan kesehatan tetap berjalan dengan mempercepat rehabilitasi fasilitas kesehatan terdampak bencana di tiga provinsi. Hal ini disampaikan langsung Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

“Di sektor kesehatan, kami selalu berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat penanganan bencana. Ini juga termasuk proses rekonstruksi dan rehabilitasi,” ungkap Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers Update Layanan Kesehatan Pascabencana Sumatra, Senin (12/1/2026), sesuai yang diliris rri.co.id.
Menkes menerangkan bahwa tahap pertama adalah memastikan rumah sakit kembali beroperasi sesegera mungkin setelah bencana mereda. Saat bencana terjadi, Menkes menyebutkan terdapat 87 rumah sakit yang terdampak.
“Begitu bencana selesai pada 1 Desember 2025, sebagian besar rumah sakit bisa kembali beroperasi. Tetapi ada sembilan rumah sakit sama sekali tidak bisa berfungsi,” ujarnya.
Menurut Menkes Budi, sembilan rumah sakit tersebut tidak dapat beroperasi karena terendam banjir dengan ketinggian yang cukup parah. Namun, dengan dukungan lintas sektor, rehabilitasi dapat dilakukan dalam waktu singkat.
“Banjirnya sangat tinggi sehingga rumah sakit terendam dan tidak mungkin langsung beroperasi. Alhamdulillah, dengan dukungan TNI, Polri, pemerintah daerah, Kemendagri, kami bisa merehabilitasi sembilan rumah sakit ini dalam waktu dua minggu,” ucap Budi.
Ia menegaskan, meski belum pulih sepenuhnya, rumah sakit tersebut sudah bisa melayani pasien. Dengan kembali beroperasinya seluruh rumah sakit terdampak, masyarakat yang membutuhkan perawatan dapat segera dilayani.
“Tidak seratus persen sempurna, tapi yang penting sudah bisa menerima pasien. Setidaknya dokter dan perawat sudah ada, sehingga pasien bisa dirawat,” ucap Menkes menegaskan.
Menkes Budi menambahkan, setelah tahap rehabilitasi rumah sakit selesai pada minggu kedua Desember, Kemenkes langsung masuk ke tahap berikutnya. Di tiga provinsi terdampak bencana, Menkes menyampaikan sebanyak 867 puskesmas mengalami dampak.
“Tahap kedua adalah puskesmas. Jumlahnya jauh lebih banyak. Saat bencana berhenti, lebih dari 150 puskesmas benar-benar tidak bisa beroperasi,” imbuh Menkes. (IR)
Sumber : media online rri.co.id