News

Wawali Sabang Buka AINC-9 Tahun 2026, Bahas Pengembangan Keperawatan Melalui Inovasi Digital & Jejaring Global

Oleh Admin Rabu, 14 Oktober 2026
Wawali Sabang Buka AINC-9 Tahun 2026, Bahas Pengembangan Keperawatan Melalui Inovasi Digital & Jejaring Global

Infokom DPP PPNI - Perkembangan teknologi semakin diperlukan dan dimanfaatkan dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik atas kebutuhan masyarakat.

Semakin kompleksnya tantangan kesehatan menuntut tenaga keperawatan tidak hanya memiliki kompetensi klinis, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi, dan memanfaatkan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus saat membuka The 9th Aceh International Nursing Conference (AINC-9) Tahun 2026 di Aula Pulau Weh, Kantor Wali Kota Sabang, Aceh, Jumat (9/10/2026).

Konferensi internasional bertema “Advancing Sociotechnopreneurship in Nursing: Leveraging Digital Innovation and Global Networks for Community Health Resilience” tersebut mempertemukan akademisi, praktisi, peneliti, mahasiswa, organisasi profesi, serta narasumber dari dalam dan luar negeri untuk membahas pengembangan keperawatan melalui inovasi digital dan jejaring global.

Suradji mengatakan, kesehatan merupakan fondasi penting dalam pembangunan manusia dan daerah. Karena itu, Perawat memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat melalui peningkatan kompetensi klinis, pemanfaatan teknologi digital, inovasi, dan kolaborasi untuk menghadirkan pelayanan yang adaptif sesuai kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuka peluang untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Digitalisasi pelayanan, sistem informasi kesehatan, pemanfaatan data, hingga kecerdasan buatan dapat membantu memperkuat pelayanan, termasuk bagi masyarakat di wilayah dengan keterbatasan sumber daya.

“Jangan hanya menguasai teori, tetapi juga harus mampu mempraktikkannya. Penguasaan teknologi juga penting agar ilmu yang diperoleh bisa diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya sesuai yang diliris waspada.co.id.

Wakil Wali Kota Sabang menekankan pentingnya kerja sama lintas negara untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, serta mendorong pertukaran ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kita berharap AINC-9 menjadi ruang pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat kolaborasi dan jejaring internasional Universitas Syiah Kuala, termasuk dengan institusi di Thailand dan Malaysia, sehingga dapat mendukung pengembangan pendidikan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” ujar Suradji.

Selain kompetensi dan penguasaan teknologi, Suradji mengingatkan pentingnya keramahan dan kepedulian tenaga kesehatan dalam melayani pasien. Menurutnya, kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh pengobatan, tetapi juga oleh sikap tenaga kesehatan dalam mendampingi pasien.

“Perawat harus ramah dalam melayani pasien. Jangan sampai masyarakat datang ke rumah sakit untuk mendapatkan kesembuhan, tetapi justru merasa tidak nyaman karena sikap petugas yang kurang baik,” imbuhnya. (IR)

.

Sumber: Media online waspada.co.id