Infokom DPP PPNI - Komitmen organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di berbagai level kepengurusan untuk menjalankan AD/ART PPNI kembali diwujudkan.
Sehubungan itu Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Katingan gelar Musyawarah Daerah (Musda) III, Kamis (16/4/2026) di aula Kantor Bappedalitbang Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Dihadiri Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Katingan Glorikus, para Pengurus PPNI Kabupaten Katingan dan belasan orang perwakilan dari puskesmas, Pengurus DPW PPNI Kalteng dan undangan lainnya.

Saiful selaku Bupati Katingan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh kepala Dinkes setempat Glorikus G mengatakan bahwa Musda PPNI Kabupaten Katingan ini bukan sekedar serominial pergantian pengurus saja, melainkan juga sebagai wadah evaluasi, konsolidasi dan proyeksi peran perawat dalam mendukung pembangunan daerah yang kita cintai ini.
Atas nama Pemkab Katingan dirinya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh Perawat di Kabupaten Katingan atas terselenggaranya kegiatan lima tahunan ini.
“Karena, kalian merupakan pahlawan kemanusiaan yang berdiri di barisan terdepan, guna memberikan pelayanan kesehatan tanpa lelah di pelosok hulu hingga hilir DAS Katingan,” ucap Glorikus, sesuai yang diliris mediadayak.id.
Terkait dengan kegiatan ini pula, dirinya berpesan kepada seluruh peserta Musda agar memilih pengurus PPNI Kabupaten Katingan masa bhakti 2025-2031 ini nantinya hendaknya memilih pengurus yang memiliki integritas dan mampu merangkul seluruh anggota.
Diharapkannya, setelah terbentuk nanti pengurus harus menyusun program kerja yang membumi, maksudnya, tidak hanya menyentuh aspek organisasi saja, tetapi langsung berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat Katingan. Pada intinya jadikan semangat Penyang Hinje Simpel sebagai nafas dalam bekerja, hidup rukun dan damai untuk tujuan yang mulia.
Menurutnya, peran Perawat sangat krusial dalam menyukseskan visi-misi, yang mana seorang Perawat merupakan tenaga kesehatan yang memiliki intensitas interaksi paling tinggi dengan masyarakat.
“Seperti transformasi pelayanan, penanganan stunting dan gizi serta pemerataan akses,” pungkasnya. (IR)
Sumber: Media online mediadayak.id