News

Kemenkes Beri Kepastian Varian COVID-19 Cicada Belum Masuk Indonesia, Belum Adanya Laporan Kasus

Oleh Admin Kamis, 2 April 2026
Kemenkes Beri Kepastian Varian COVID-19 Cicada Belum Masuk Indonesia, Belum Adanya Laporan Kasus


Infokom DPP PPNI - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI selalu menginformasikan sesuatu yang darurat kepada masyarakat luas.

Berkaitan itu Kemenkes RI memberikan kepastian terkait isu masuknya varian baru COVID-19 BA.3.2 atau yang populer dijuluki 'Cicada' ke tanah air. Hingga akhir Maret 2026, otoritas kesehatan menegaskan belum ada laporan kasus varian tersebut di wilayah Indonesia.

Aji Muhawarman selaku Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, menerangkan bahwa pemantauan data genomik terus dilakukan secara intensif. Dilansir dari Detik Health, upaya ini bertujuan untuk mendeteksi dini setiap mutasi virus yang masuk.

"Sampai saat ini akhir Maret 2026, belum ditemukan varian tersebut di Indonesia," terang Aji saat memberikan keterangan pada Rabu (1/4/2026), sesuai readers.id.

Berdasarkan data terkini menunjukkan bahwa struktur virus corona di Indonesia masih didominasi oleh galur lama. Varian XFG tercatat menempati posisi teratas dengan tingkat penyebaran mencapai 57 persen dari total kasus yang ada.

Selain XFG, terdapat subvarian LF.7 yang menyumbang 29 persen kasus, serta XFG 3.4.3 dengan proporsi 14 persen. Kemenkes mengklasifikasikan varian-varian yang mendominasi saat ini dalam kategori risiko rendah bagi masyarakat umum.

Dimana varian XFG sendiri telah menjadi sorotan global sejak Juni 2025 karena telah menyebar di 130 negara, terutama di kawasan Eropa dan Asia. Sementara itu, turunan LF.7.9 lebih banyak ditemukan di 41 negara yang mencakup wilayah Amerika dan Asia.

Ditegaskannya, agar masyarakat tidak terseret dalam kepanikan meskipun varian Cicada telah terdeteksi di puluhan negara lain. Kunci utama menghadapi mutasi virus tetap pada konsistensi dalam menjaga kebersihan diri.

"Masyarakat biasakan terapkan saja perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS): rajin cuci tangan pakai air mengalir dan sabun, konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, pakai masker jika sakit atau di keramaian, dan lainnya," tutur Aji.

Meskipun belum ditemukan di dalam negeri, pemahaman mengenai ciri-ciri infeksi BA.3.2 tetap diperlukan sebagai langkah antisipasi. Secara klinis, gejala varian ini dilaporkan memiliki kemiripan yang sangat kuat dengan varian Omicron sebelumnya.

Adapun beberapa indikasi umum yang muncul pada pasien antara lain sakit tenggorokan, demam disertai menggigil, serta rasa lelah yang berlebihan. Batuk, nyeri pada bagian tubuh, dan hidung tersumbat juga menjadi keluhan yang sering dilaporkan oleh penderita.

Pada beberapa kasus tertentu, pasien juga mengalami sakit kepala serta mual ringan. Gejala yang lebih serius seperti sesak napas tetap dipantau, meskipun hingga kini karakteristik utamanya masih serupa dengan pola infeksi saluran pernapasan pada umumnya. (IR)


Sumber: Media online readers.id


Dikembangkan oleh PPNI-INNA.ORG - Departemen Teknologi Informasi © Copyright 2026