Infokom DPP PPNI - Rangkaian kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) XI Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Bengkulu, diawali pada hari Jumat (9/10/2026) dengan pembukaan yang kental akan nuansa budaya lokal daerah. Acara dimeriahkan oleh parade budaya, Tari Kolosal dan tari Sekapur Sirih sebagai bentuk penyambutan hangat terhadap peserta dan tamu undangan.
Pembukaan Munas secara resmi ditandai dengan penabuhan alat musik tradisional Dol oleh Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah Periode 2021-2026 bersama Ketua DPD RI Sultan B Najamudin, dan Panitia Pelaksana (SC dan OC).
Dihadiri Tokoh Senior Organisasi PPNI
Kehadiran Husain sebagai salah satu tokoh senior PPNI dalam kegiatan Munas XI PPNI menjadi momen Istimewa yang mencerminkan kesinambungan perjuangan dan pengabdian lintas generasi dalam organisasi profesi Perawat.
Kehadiran beliau juga menjadi bagian dari semangat kebersamaan untuk terus memperkuat PPNI sebagai organisasi profesi yang solid, berintegrasi dan berkomitmen terhadap kemajuan profesi keperawatan di Indonesia.
Pembekalan Strategis: Sinergi Regulasi, Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan
Munas XI PPNI kali ini juga menjadi wadah diskusi strategis melalui dua sesi pembekalan panel bersama jajaran pejabat pemerintah dan pemangku kebijakan:
Sesi 1 (Transformasi Profesi dan Kebijakan Fiscal): Menghadirkan secara daring Menteri Kesehatan RI Budi G. Sadikin dan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangna RI, Sudarto.
Sesi ini menyoroti perlindungan hukum, kesejahteraan Perawat, dan kebijakan fiscal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan publik.
Sesi 2 (Perberdayaan Ekonomi Desa dan Aspirasi Daerah): Menghadirkan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Yandri Susanto, dan Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin.
Sesi ini mendiskusikan integrasi peran Perawat dalam ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi desa melalui Koperasi Klinik Kelurahan, dan pengawalan keadilan, serta distribusi Perawat spesialis di layanan primer.
Pembekalan oleh Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin
Aspirasi dalam legislasi kesehatan: Mengkawal Perlindungan Hukum dan Keadilan, Distribusi Perawat Spesialis di Layanan Primer menuju Indonesia Emas 2045.
Musyawarah dan Kepemimpinan Baru
Pada Sabtu (10/10/2026), agenda dilanjutkan dengan rangkaian sidang pleno, mulai dari pembahasan tata tertib, penyampaian laporan pertanggungjawaban Pengurus DPP PPNI Periode 2021-2026, pandangan umum, hingga sidang Komisi untuk merumuskan AD/ART, Garis Program Kerja, dan rekomendasi organisasi.
Adapun sidang pleno ditandai dengan pemilihan, pelantikan, dan penyerahan amanah kepengurusan kepada Ketua Umum DPP PPNI terpilih, diikuti pembentukan Tim Formatur dan Perumus untuk melengkapi kepengurusan mendatang.
Terpilihnya Ketua Umum DPP PPNI Periode 2026-2031 Beserta Rangkaian Pelantikan
Kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) XI PPNI menjadi momentum atas penetapan Dr. Aprisunadi, S.Kep.,Ns., M.Kep.,Sp.Kep.MB., M.A.B menjadi Ketua Umum DPP PPNI Periode 2026-2031, yang dilanjutkan dengan rangkaian pelantikan.
Tentunya momentum ini menandai dimulainya kepengurusan baru DPP PPNI, sekaligus menjadi langkah awal dalam melanjutkan perjuangan organisasi, memperkuat pelayanan kepada anggota, serta mendorong kemajuan profesi keperawatan di Indonesia. (IR)