Infokom DPP PPNI - Kontribusi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) terus memberikan kemanfaatan bagi masyarakat luas terutama dalam menjaga kesehatan.
Berkaitan itu PPNI Kabupaten Jember memastikan tenaga keperawatan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan.
Kesiapan tersebut dilakukan melalui penguatan kompetensi, edukasi kesehatan, skrining pasien, serta penerapan prosedur pencegahan penularan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Mustaqim selaku Ketua PPNI Kabupaten Jember mengungkapkan bahwa tenaga keperawatan memiliki pengalaman dalam menangani berbagai penyakit menular, termasuk penyakit yang menyebar melalui saluran pernapasan. Tentunya pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Perawat untuk memberikan pelayanan sekaligus melindungi diri dan pasien dari risiko penularan.
“Posisinya saat ini adalah siap di level siaga, belum sampai ke posisi darurat,” ungkap Mustaqim dalam Dialog RRI Jember, Selasa (13/10/2026) sesuai yang diliris rri.co.id.
Diterangkannya, kesiapsiagaan pelayanan kesehatan di Kabupaten Jember didukung oleh koordinasi antara tenaga kesehatan, puskesmas, klinik, dan rumah sakit. Perawat juga didorong meningkatkan kemampuan melalui pelatihan, seminar, webinar, serta pertukaran pengetahuan dengan sesama tenaga kesehatan.
Mustaqim menyampaikan, jumlah Perawat di Kabupaten Jember mencapai sekitar 5.000 orang yang tersebar di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Mereka diharapkan aktif melakukan edukasi dan skrining untuk mengenali pasien yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Menurutnya, penanganan pasien perlu disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala. Pasien dengan kondisi ringan dapat memperoleh penanganan sesuai indikasi medis, sedangkan pasien yang mengalami sesak napas atau gejala berat perlu segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.
Selain kesiapan sumber daya manusia, perlindungan tenaga kesehatan menjadi perhatian penting. Perawat diminta menggunakan alat pelindung diri sesuai kebutuhan, menerapkan kebersihan tangan, serta menjaga kebersihan diri setelah memberikan pelayanan kepada pasien.
Untuk itulah diharapkannya, kesiapsiagaan tenaga keperawatan dapat berjalan seiring dengan kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar penyebaran penyakit dapat dicegah dan pasien memperoleh penanganan secara tepat waktu. (IR)
Sumber: Media online rri.co.id
Sumber: Media online rri.co.id