News

Upaya STIKes Panti Rapih Yogyakarta & Perawat Malaysia Untuk Memperluas Jejaring Kerja Sama

Oleh Admin Rabu, 29 April 2026
Upaya STIKes Panti Rapih Yogyakarta & Perawat Malaysia Untuk Memperluas Jejaring Kerja Sama

Infokom DPP PPNI - Peluang kolaborasi terus dilakukan oleh institusi pendidikan dengan pihak terkait bahkan di luar negeri dalam upaya meningkatkan pelayanan keperawatan.

Sehungan itu sebanyak 46 perwakilan Malayan Nurses Union (MNU) Malaysia melaksanakan kunjungan kerja ke STIKes Panti Rapih Yogyakarta, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian upaya juga untuk memperluas jejaring kerja sama di bidang keperawatan sekaligus melihat langsung sistem pendidikan tenaga kesehatan di Indonesia.

Puan Saaidah Athman selaku Presiden MNU bersama rombongan, disambut oleh jajaran pimpinan dan struktural STIKes Panti Rapih. Dalam kunjungan ini, peserta diajak berkeliling Kampus 1 dan Kampus 2 untuk mengenal lebih dekat fasilitas pembelajaran serta pendekatan pendidikan yang diterapkan.

Kunjungan ini juga diisi dengan diskusi mengenai pengelolaan layanan kesehatan dan pengembangan profesi perawat. Puan Saaidah menyampaikan bahwa kunjungan ini membuka peluang untuk saling belajar antarnegara.

“Kami melihat banyak praktik baik yang bisa menjadi referensi, terutama dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang siap terjun ke lapangan,” katanya, sesuai yang diliris lldikti5.kemdiktisaintek.go.id.

Sementara itu Perwakilan STIKes Panti Rapih juga menegaskan bahwa kolaborasi seperti ini penting untuk memperkaya perspektif dalam pendidikan keperawatan.

“Kunjungan ini bukan hanya tentang melihat fasilitas, tetapi juga membangun pemahaman bersama dalam menghadapi tantangan dunia kesehatan,” jelas Yulia Wardani, MAN Ketua STIKes Panti Rapih Yogyakarta.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari hubungan yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan maupun praktik keperawatan. Di tengah kebutuhan tenaga kesehatan yang terus meningkat, kolaborasi lintas negara menjadi langkah strategis untuk saling menguatkan.

Kunjungan ini juga memperlihatkan bagaimana institusi pendidikan memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang adaptif, tidak hanya secara kompetensi, tetapi juga dalam hal nilai kemanusiaan dan pelayanan. Hal ini menjadi poin yang banyak mendapat perhatian dari peserta.

Dengan pertemuan ini, diharapkan terbangun komunikasi yang berkelanjutan antara kedua pihak, sehingga ke depan dapat berkembang dalam bentuk program kolaboratif yang lebih konkret dan berdampak. (IR)


Sumber: Media online lldikti5.kemdiktisaintek.go.id