News

Dosen Institut Bataru Toja Bone: Perawat Dituntut Profesional & Kompeten Hadapi Perkembangan Yankes Modern

Oleh Admin Jumat, 22 Mei 2026
Dosen Institut Bataru Toja Bone: Perawat Dituntut Profesional & Kompeten Hadapi Perkembangan Yankes Modern

Infokom DPP PPNI - Peran Perawat semakin dituntut dan dilibatkan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat termasuk dapat mengikuti perkembangan teknologi modern saat ini.

Untuk itulah Muhammad Basri selaku Dosen Institut Batari Toja Bone sekaligus praktisi wound care Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mengungkapkan bahwa perawat saat ini dituntut menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan kompeten dalam menghadapi perkembangan pelayanan kesehatan modern.

Menurutnya, kemajuan teknologi serta penggunaan berbagai alat kesehatan modern mengharuskan perawat memiliki kemampuan adaptasi, keterampilan, dan pengetahuan yang terus diperbarui agar pelayanan kepada pasien dapat berjalan optimal.

“Dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan di masyarakat maupun di rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, perawat dituntut memiliki kompetensi yang baik. Mereka harus mampu memberikan pelayanan yang aman, berkualitas, dan bertanggung jawab kepada pasien,” jelas Muhammad Basri saat menjadi narasumber dalam program Bincang Siang RRI Bone, Senin (18/5/2026), sesuai yang diliris rri.co.id.

Disampaikannya, terdapat sejumlah kompetensi penting yang wajib dimiliki seorang perawat di era pelayanan kesehatan modern saat ini. Salah satunya adalah kemampuan klinis yang baik dalam menjalankan tindakan keperawatan sesuai standar operasional prosedur (SOP). “Perawat harus memiliki skill klinis yang baik dan bekerja sesuai SOP. Kemampuan klinis ini menjadi dasar utama dalam memberikan pelayanan kepada pasien,” ujar Muhammad Basri.

Selain itu, kemampuan digital dan penguasaan teknologi juga dinilai sangat penting. Menurutnya, perkembangan sistem pelayanan kesehatan yang kini berbasis digital membuat tenaga perawat harus mampu mengikuti perkembangan teknologi.

“Sekarang hampir seluruh proses pendokumentasian di rumah sakit sudah berbasis digital. Karena itu, perawat tidak boleh gagap teknologi dan harus mampu mengaplikasikan sistem digital dalam pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Melalui critical thinking bagi seorang perawat. Kemampuan tersebut dibutuhkan dalam mengambil keputusan, terutama saat menghadapi kondisi darurat maupun mencari solusi atas permasalahan pasien dan masyarakat.

“Perawat harus mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, khususnya dalam situasi darurat. Kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu kompetensi utama yang wajib dimiliki,” ungkapnya.

Ditambahkannya, perawat juga dituntut memberikan pelayanan yang cepat, responsif, dan berkualitas karena menjadi garda terdepan yang mendampingi pasien selama 24 jam. Sehingga diharapkan, setiap perawat wajib memastikan pelayanan yang diberikan tetap aman dan sesuai standar demi menjaga keselamatan. (IR)


Sumber: Media online rri.co.id