Infokom DPP PPNI - Kepedulian Perawat terhadap situasi yang terjadi di sekitar masyarakat yang terdampak bencana terus diwujudkan.
Untuk itulah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dari Dewan Pengurus Komisariat (DPK) PPNI Kecamatan Sukodono meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Adapun upaya yang dilakukan para pekerja profesi ini sebagai kepekaan sosial akan sesama yang mengalami bencana alam.

Ketinggian air yang merendam pemukiman rata-rata 40 cm keatas sehingga menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh. Lahan pertanian yang ada di daerah Desa Kutorenon terendam kondisi ini dapat memicu gagalnya panen petani.
Dengan luapan air yang merendam pemukiman warga sekitar 300 itu akibat hujan dan tidak mampunya Sungai Kalimenjangan menampung volume air yang ada dan kiriman dari daerah dataran tinggi sekitar lokasi.
Doktor Haji Suhari selaku Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Lumajang, menyampaikan bahwa logistik yang disampaikan kepada masyarakat yang terdampak merupakan hasil donasi dari Dewan Pengurus Komisariat (DPK) PPNI Kecamatan Sukodono.
“Penyaluran logistik bantuan terdampak banjir Desa Kutorenon Dusun Biting dari PPNI DPK Sukodono. Respek donasi yang terkumpul antara lain berupa; serok air 25 buah, air mineral 10 kardus, mie instan 2 kardus dan biskuit malkist 30 pack,” ucap sang doktor yang aktif organisasi kebencanaan, Minggu (17/05/2026), sesuai yang diliris gempurnews.com.
Dosen Keperawatan Universitas Jember (UNEJ) ini di Kabupaten Lumajang kepada Efendi report Elshinta bahwa kegiatan yang dilakukan oleh para perawat yang dinilai bukan banyaknya pemberian, namun bentuk kepedulian sosial serta kelompoknya dan respek melakukan kegiatan kepada korban.
“Kita lakukan yang semampunya semoga bermanfaat bagi sesama, aksinya teman-teman semoga menjadi sumber aliran rejeki untuk teman DPK Sukodono, dan yang terdampak diberikan ketabahan dan semangat,” katanya.
Haji Suhari juga mengajak kepada masyarakat terdampak agar tetap meningkatkan kewaspadaan jika kondisi cuaca berpotensi hujan, selain itu juga agar warga menjaga lingkungan dari sampah bila ada sampah agar dibuang ketempat yang telah ditentukan.
“Adanya bencana yang menimpa warga Kutorenon agar setiap ada potensi hujan untuk waspada, selain itu kita ajak warga peduli membuang sampah ke tempat yang ditentukan bila mana membuang semua sesukanya, berakibat pengendapan pendangkalan aliran pembuangan,” pungkas Haji Suhari melalui WhatsAppnya. (IR)
Sumber: Media online gempurnews.com