News

PPNI Jabar & Kab Bekasi Gelar Peringatan IND 2026, Aprisunadi: Berjuang Bersama Sejahterahkan Perawat

Oleh Admin Minggu, 17 Mei 2026
PPNI Jabar & Kab Bekasi Gelar Peringatan IND 2026, Aprisunadi: Berjuang Bersama Sejahterahkan Perawat

Infokom DPP PPNI - Puncak peringatan International Nurses Day (IND) atau Hari Perawat Sedunia Tahun 2026 untuk wilayah Jawa Barat sukses dilaksanakan atas kolaborasi DPW PPNI Jawa Barat bersama DPD PPNI Kabupaten Bekasi.

Dihadiri Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah, Bendahara Umum DPP PPNI Aprisunadi, Ketua DPW PPNI Jawa Barat Budiman, Pengurus DPP PPNI dan DPW PPNI lainnya, serta Ketua DPD PPNI se-Jawa Barat.

Turut hadir Asep Surya Atmaja selaku Plt. Bupati Bekasi, Sekretaris Dinas Kesehatan Kab Bekasi Supriadinata, Pemilik Yayasan Bhakti Kencana H. Mulyana, dan Asep Sardi selaku Penasehat DPD PPNI Kab Bekasi.

LB Jaenabun selaku Ketua DPD PPNI Kabupaten Bekasi dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan peringatan IND tahun ini dengan melibatkan seluruh DPK PPNI se-Kab Bekasi.

“Hari ini kita harus berani menyuarakan kebenaran, bahwa kita semua harus berani, bagaimana perhatian pemerintah terhadap masa depan Perawat yang masih sangat jauh dari kata layak,” tegas Aprisunadi dalam sambutannya di Gedung Swantantra Wibawa Mukti, Pemda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2026).

“Kalau kita sering dengar Perawat selalu disebut sebagai pahlawan di garda terdepan, penyelamat nyawa, tetapi mengapa kita semua masih berbicara tentang kesejahteraan, dan belum ada kepastian tentang status kepegawaian, perlindungan hukum. Nama Perawat sering kali ditaruh diurutan yang paling belakang, dan ini tugas kita semua,” lanjut Bendahara Umum DPP PPNI.

Diungkapkan dan menjadi perhatiannya, bahwa masih banyak Perawat honorer di Jawa Barat, di klinik-klinik, bahkan di fasilitas kesehatan milik pemerintah, yang upahnya masih di bawah rasa kemanusiaan, dan ini juga menjadi tugas bersama sebagai pengurus PPNI untuk memperjuangkan kesejahteraannya.

Menurutnya, problema tersebut sesuatu yang ironis, bahwa Perawat dituntut menyelamatkan nyawa dengan taruhan nyawa kita sendiri, namun untuk menghidupi keluarga sendiri masih ada juga yang sulit mendapatkannya, jadi sebaiknya tak perlu lagi meminta belas kasihan. Namun sebaliknya, agar Perawat itu perlu dihargai perannya melalui kebijakan pemerintah yang berpihak terhadap Perawat.

“Oleh karena itu, dari Kantor Bupati Bekasi ini, kami mengetuk hati pemerintah, jangan hanya dipuji kami saat badai datang (cth Covid), tapi hargai dan sejahterahkan kami dalam kebijakan yang nyata. Tentunya merawat Perawat adalah cara terbaik untuk menyelamatkan masa depan bangsa,” imbuhnya.

Bahkan disampaikannya, bahwa PPNI bukan sekedar organisasi profesi, tempat mengurus STR atau membayar iuran saja, namun PPNI adalah rumah dan benteng Perawat, sekaligus keluarga besar atau sarana Perawat untuk menyelesaikan permasalahannya.

Ditegaskannya pula di dalam PPNI, tidak ada perbedaan antara Perawat spesialis, PNS, swasta, maupun yang honorer. Bilamana Perawat di Jawa Barat tersakiti atau dikriminalisasi, maka seluruh Pengurus PPNI dari daerah hingga pusat akan berjuang membelanya.

Selain itu, Aprisunadi menginginkan agar Perawat selalu mencintai profesinya, termasuk merawat PPNI melalui kekompakan, menghindari ego yang dapat memecah belah persatuan. Hingga diistilahkannya bahwa kekuatan atau kekompakan dalam wadah PPNI harus terus menyatu seperti seikat lidi.

“Jangan pernah biarkan siapapun merendahkan profesi kita, jika hari ini sistem belum berpihak pada kita, maka rapatkan barisan, bungkam rasa keraguan mereka dengan profesionalisme kita, melalui persatuan yang solid dibawah naungan PPNI, dan kita bisa kuat karena kita bersama,” tutup Aprisunadi.

Sebelumnya, puncak peringatan kegiatan IND 2026 diawali dengan apel pagi bersama Plt Bupati Bekasi, selanjutnya pemberian cinderamata dari Ketua Umum DPP PPNI, kemudian senam bersama di lapangan Plaza Perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi .

“Saya menginginkan kedepannya, khususnya untuk Perawat-Perawat di Kabupaten Bekasi, dalam hal ini mengedepankan pelayanan kesehatan yang sangat ditentukan oleh kualitas, kapasitas, yang pasti adanya kesejahteraan para Perawat,” ucap Asep Surya Atmaja dalam sambutannya.

Disampaikannya, bahwa Perawat bukan hanya pelaksana pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat, pendamping pasien, sekaligus penguat harapan bagi mereka yang sedang berjuang untuk sembuh.

“Jadi Perawat ini memang benar garda terdepan, karena memperhatikan kondisi pasien. Dengan beban tersebut, kesejahteraannya perlu diperhatikan,” ungkapnya. 

Dalam memperjuangkan kesejahteraan tersebut, tentunya berkaitan dengan besarnya upah yang diterima Perawat, maka diperlukan komunikasi yang intens antara pihak Pemda Kab Bekasi dengan Pengurus PPNI Kab Bekasi, dan dirinya sangat terbuka untuk didatangi berkaitan dengan hal tersebut sebagai mitra strategis.

“Pada momentum ini saya berharap PPNI Kabupaten Bekasi dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan membangun budaya hidup sehat, memperkuat edukasi promotif dan preventif di tengah masyarakat,” ucapnya.

Disamping itu, Plt Bupati Bekasi juga mengajak seluruh Perawat di Kab Bekasi untuk terus meningkatkat kompetensi dan profesionalisme, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan serta tetap menjaga etika pelayanan dengan penuh empati dan ketulusan.

“Karena sesungguhnya pelayanam terbaik bukan hanya tentang tindakan medis, tetapi juga tentang kehadiran, perhatian dan kepedulian terhadap sesama,” imbuhnya.

Sementara itu, LB Jaenabun selaku Ketua DPD PPNI Kabupaten Bekasi turut menyampaikan bahwa Perawat tak diragukan lagi atas perannya dalam menjaga kesehatan, yang sesuai tema atau makna dari peringatan IND 2026.

“Rekan-rekan Perawat se-Jawa Barat, tema hari Perawat Internasional tahun ini yaitu Our Nurses, Our Future. Empowered Nurses save lives (Perawat kita, Masa depan kita. Perawat Berdaya, Menyelamatkan nyawa). Ini bukanlah sekadar slogan tetapi ini adalah pengakuan atas peran krusial kita sebagai garda terdepan,” jelas LB Jaenabun.

Dikatakannya, bahwa dibalik setiap angka kesembuhan pasien, ada dedikasi, ilmu, dan hati seorang Perawat. Perawat adalalah garda terdepan, pembawa harapan, dan penolong yang berjuang tanpa lelah untuk menyelamatkan nyawa, bahkan di saat-saat yang paling kritis.

Adapun tujuan kegiatan IND 2026 ini diucapkannya, bertujuan untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan profesionalisme, dan saling mendukung sebagai satu keluarga besar yaitu Perawat. Perayaan ini juga adalah momen apresiasi atas ketulusan rekan-rekan semua dalam mempererat tali silaturahmi.

“Saya ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang terlibat dan telah bekerja sama keras, serta kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi, DPW PPNI Jawa Barat, DPD PPNI se-Jawa Barat serta DPK PPNI se-Kabupaten Bekasi yang telah hadir memberikan dukungan penuh serta berkontribusi terhadap kegiatan hari ini, sehingga kegiatan peringatan hari Perawat Internasional ini bisa terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini pula juga dilakukan Peresmian Klinik Pratama DPW PPNI Jawa Barat, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, lomba nyanyi dan VT edukasi.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan terarah berkat koordinasi Munawir Afandi selaku Sekretaris DPD PPNI Kab Bekasi, sekaligus Ketua Panitia Pelaksana. (IR)