Infokom DPP PPNI - Perlakuan tidak baik yang merugikan kembali terjadi terhadap tenaga Perawat bahkan dilakukan oleh tokoh masyarakat.
Berkaitan itu Kepala Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kwanyar, dilaporkan ke polisi setelah diduga memukul Perawat Puskesmas Kwanyar, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Senin, 26 Oktober 2026.
.
Pemukulan terhadap korban yang bernama Miftahul Khoir, terjadi di Puskesmas Kwanyar pada Sabtu (24/10/2026). Insiden tersebut diduga dipicu kemarahan SU karena tidak mendapatkan salep yang diinginkan saat berobat.
Kejadian tersebut terekam kamera CCTV di Puskesmas Kwanyar. Pada rekaman itu, SU terlihat emosi dan marah-marah sebelum diduga melakukan pemukulan terhadap Miftahul Khoir.
Miftahul mengungkapkan bahwa kejadian bermula ketika SU datang ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan luka yang berkaitan dengan penyakit diabetes yang dideritanya. Setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan, SU menerima obat-obatan dari petugas medis.
“Saat memeriksa obat yang diterima, SU diduga marah karena tidak menemukan salep yang biasa digunakan, sedangkan salep tersebut sedang kosong,” ucapnya, Selasa (27/10/2026).
SU menuding petugas puskesmas tidak memberikan pelayanan yang baik. Petugas medis lain berusaha menenangkan dan meminta maaf apabila terdapat kesalahan. Namun, situasi tetap memanas hingga berujung dugaan pemukulan.
Diakuinya, SU sempat menarik kerah bajunya sebelum memukul bagian dada sebelah kiri. Ia kemudian mundur, sementara rekan-rekannya berusaha melerai pertikaian tersebut.
“Mungkin secara tidak sadar beliau memukul dada sebelah kiri, lalu saya mundur, dilerai sama teman,” tuturnya.
Menurut Miftahul, cekcok masih berlanjut hingga ke lorong unit gawat darurat (UGD). Setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, kemudian dia melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bangkalan dengan didampingi kuasa hukumnya. (IR)
Sumber: Media online koranmadura.com