News

Upaya Dinkes Kalsel Tingkatkan Kompetensi Nakes Agar Masyarakat Terima Yankes Sesuai Standar

Oleh Admin Selasa, 13 Oktober 2026
Upaya Dinkes Kalsel Tingkatkan Kompetensi Nakes Agar Masyarakat Terima Yankes Sesuai Standar

Infokom DPP PPNI - Upaya terus dilakukan pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia kesehatan. 

Untuk itulah Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat kompetensi tenaga kesehatan melalui tiga pelatihan yang berfokus pada penanganan malaria, pengendalian penyakit tidak menular, serta pelayanan kesehatan ibu dan bayi.

Ketiga pelatihan tersebut dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin, di Aula Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (12/10/2026).

Pelatihan yang dilaksanakan meliputi tata laksana malaria bagi tenaga medis yang difasilitasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (PANDU PTM) bagi petugas fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang difasilitasi Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, serta pelayanan antenatal, persalinan, nifas, dan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) bagi bidan FKTP angkatan kedua yang difasilitasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut.

Diauddin mengatakan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan diperlukan agar masyarakat memperoleh pelayanan yang sesuai standar, mulai dari pencegahan penyakit dan deteksi dini hingga penanganan pasien serta pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Menurutnya, ketiga bidang tersebut membutuhkan tenaga kesehatan yang mampu mengenali risiko, menentukan tindakan yang tepat, dan memastikan pasien mendapatkan tindak lanjut sesuai kebutuhannya.

Dalam pengendalian malaria, misalnya, kewaspadaan tetap diperlukan meskipun angka kasus di Kalsel relatif rendah. Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2024 yang dikutip dalam bahan publikasi Dinkes, Annual Parasite Incidence (API) malaria tercatat sekitar 0,1 per 1.000 penduduk.

Diauddin menegaskan, capaian tersebut perlu dipertahankan melalui penguatan surveilans, penemuan kasus secara dini, pemeriksaan yang akurat, dan penanganan sesuai standar.

“Kita tidak boleh lengah ketika angka kasus relatif rendah. Keterlambatan diagnosis dan penanganan kasus yang tidak tuntas dapat meningkatkan risiko penularan kembali. Karena itu, pelatihan ini diharapkan memperkuat kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung eliminasi malaria di Kalimantan Selatan,” imbuhnya, sesuai yang diliris diskominfomc.kalselprov.go.id. (IR)


Sumber: Media online diskominfomc.kalselprov.go.id