News

UMP Gelar Pelatihan Komunikasi Efektif SBAR : Upaya Tingkatkan Kompetensi Komunikasi Perawat

Oleh Admin Selasa, 18 November 2025


Infokom DPP PPNI - Berbagai kompetensi bagi seorang Perawat terus ditingkatkan dalam menunjang pelayanan kesehatan yang lebih optimal.

Sehubungan itu Dosen dan mahasiswa Program Studi Magister Keperawatan (S2) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar In House Training bertema “Komunikasi Efektif SBAR dalam Timbang Terima dan Discharge Planning”, disertai praktik residensi mahasiswa selama satu bulan, mulai 2 Oktober - 6 November 2025 di Rumah Sakit Islam (RSI) Purwokerto.

Penanggung jawab kegiatan, Yektiningtyastuti, menjelaskan bahwa program ini dibuka dengan identifikasi persoalan manajemen layanan keperawatan melalui kuisioner, wawancara, dan observasi lapangan. Temuan tersebut kemudian diolah dalam proses analisis data, perumusan masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.

“Berdasarkan hasil pengkajian, masalah utama yang ditemukan dan disepakati oleh kedua pihak untuk segera diselesaikan adalah belum optimalnya pelaksanaan discharge planning (perencanaan pemulangan pasien) dan komunikasi efektif SBAR saat timbang terima (handover),” ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima RRI dan juga telah dilirisnya, Senin (17/11/2025).

Menindaklanjuti hasil tersebut, Yektiningtyastuti bersama dua mahasiswa Magister Keperawatan - Aliffia Yulanda Prabawati, dan Melati Anggraini, bermitra dengan Bidang Keperawatan, Bidang Diklat, serta Bagian Kepegawaian RSI Purwokerto untuk menyelenggarakan pelatihan penerapan SBAR.

Kegiatan ini mengusung tema “Tingkatkan Manajemen Pelayanan Keperawatan di RSI Purwokerto melalui In House Training Penerapan Komunikasi Efektif SBAR dalam Timbang Terima dan Discharge Planning”.

Ditegaskannya, bahwa SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) merupakan standar komunikasi terstruktur berskala internasional yang membantu menjamin keselamatan pasien melalui penyampaian informasi medis yang lengkap dan akurat, terutama saat pergantian shift atau konsultasi. WHO sendiri mencatat bahwa banyak kesalahan layanan kesehatan berawal dari komunikasi yang tidak efektif.

“Kegiatan ini berfokus pada penerapan komunikasi efektif metode SBAR untuk meningkatkan kualitas timbang terima (handover) dan discharge planning (perencanaan pulang pasien) di lingkungan rumah sakit,” sebutnya.

Pelatihan berlangsung satu hari penuh pada 27 Oktober 2025 (6 JPL) sebagai implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian masyarakat. Setelahnya, mahasiswa S2 Keperawatan UMP melakukan pendampingan penerapan SBAR selama sekitar dua minggu (30 JPL).

“Setelah pelaksanaan pelatihan, selanjutnya dilakukan pendampingan implementasi komunikasi SBAR selama kurang lebih 2 minggu (30 JPL) oleh mahasiswa S2 Keperawatan UMP,” tuturnya.

Direktur RSI Purwokerto Amin Nurokhim, menyampaikan apresiasi atas sinergi UMP dan rumah sakit dalam pembukaan IHT tersebut.

“Kami mengapresiasi dukungan dari Dosen dan Mahasiswa S2 Keperawatan UMP. Peningkatan keterampilan komunikasi perawat melalui SBAR sejalan dengan komitmen kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit,” ujarnya.

Maka diharapkannya, kegiatan ini mampu memperkuat mutu manajemen keperawatan, memberi manfaat langsung bagi pasien serta keluarganya, sekaligus memperkokoh kolaborasi antara dunia akademik dan pelayanan kesehatan.

Yektiningtyastuti menambahkan pentingnya konsistensi penggunaan SBAR dalam praktik. Bahwa Penerapan SBAR yang konsisten sangat krusial untuk meminimalisir risiko kesalahpahaman medis dan menjamin kesinambungan asuhan keperawatan yang optimal.

Melalui in house training ini, diharapkan juga perawat di RSI Purwokerto dapat mengimplementasikan metode komunikasi ini secara efektif dalam praktik sehari-hari, baik saat timbang terima maupun saat edukasi pasien menjelang pulang,” imbuhnya. (IR)


Sumber : Media online rri.co.id


Dikembangkan oleh PPNI-INNA.ORG - Departemen Teknologi Informasi © Copyright 2023