News

Ketua DPD RI Buka Munas XI PPNI di Bengkulu, Akan Jadikan Aspirasi Perawat Sebagai Bahan Utama Kebijakan Nasional

Oleh Admin Senin, 12 Oktober 2026
Ketua DPD RI Buka Munas XI PPNI di Bengkulu, Akan Jadikan Aspirasi Perawat Sebagai Bahan Utama Kebijakan Nasional

Infokom DPP PPNI - Momentum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dalam menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Ke-XI di Bengkulu akan selalu menjadi kenangan baik bagi pengurus maupun anggota Perawat dimanapun berada.

Pelaksanaan Munas ke-XI PPNI resmi dibuka oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B Najamuddin pada Jumat, 9 Oktober 2026 di Hotel Mercury Bengkulu.

Pada Munas XI PPNI tahun ini Aprisunadi menjadi Ketua Steering Committee (SC), mengusung tema: Transformasi Profesi Keperawatan: Sinergi Regulasi, Kesejahteraan, dan Perlindungan Hukum Menuju Indonesia Sehat 2045.

Ketua DPD RI Sultan B Najamuddin, dalam sambutannya mengatakan lembaganya akan menjadikan aspirasi dunia keperawatan dari seluruh daerah sebagai bahan utama kebijakan nasional.

Putra daerah Bengkulu ini mengaku sempat bimbang menghadiri acara ini, namun kehadirannya justru menjadi bukti penghargaan negara terhadap peran strategis profesi Perawat.

"Merawat cita-cita kemerdekaan dulu, hari ini merawat kehidupan manusia - itulah misi mulia para Perawat. Profesi ini bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan pelayanan kemanusiaan yang paling dekat dengan denyut jantung masyarakat," ucap Sultan, sesuai yang diliris rri.co.id.

Disampaikannya bahwa sejumlah persoalan krusial yang diserap dari daerah: pemerataan tenaga Perawat, kebutuhan Perawat spesialis, ketimpangan pelayanan kesehatan di daerah, hingga perlindungan hukum bagi Perawat. Dimana sepanjang 2025-2026, DPD RI telah menghimpun lebih dari 1.000 aspirasi terkait kesehatan dan keperawatan dari seluruh Indonesia.

"Kami mendengar bukan sekadar untuk hadir. Mendengar adalah awal dari perjuangan agar suara daerah menjadi kebijakan nasional," ungkapnya.

Dikatakannya, DPD RI juga telah menyelesaikan pembahasan revisi ketiga Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan terus mendorong sistem jaminan kesehatan yang berkeadilan.

Sultan berharap Munas XI PPNI tidak hanya melahirkan kepengurusan baru, tetapi juga menghasilkan terobosan nyata: akses yang lebih luas bagi daerah tertinggal, jalur spesialisasi yang terbuka, perlindungan hukum yang kuat, dan kesejahteraan yang layak bagi Perawat.

"Keberhasilan pembangunan kesehatan bukan dilihat dari berapa banyak rumah sakit dibangun, tetapi apakah masyarakat di pelosok, pulau kecil, perbatasan, dan desa merasakan kehadiran negara saat mereka butuh pelayanan," imbuhnya.

Sementara itu Ketua PPNI Provinsi Bengkulu, Fauzan Adriansyah, mengemukakan, Musyawarah Nasional (Munas) XI Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menjadi momentum strategis bagi Provinsi Bengkulu untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong penguatan profesi keperawatan di tingkat nasional.

Menurutnya Munas ini merupakan agenda lima tahunan untuk menentukan kepemimpinan organisasi sekaligus membahas berbagai isu strategis keperawatan di Indonesia.

“Ini suatu momentum yang sangat bagus bagi Provinsi Bengkulu. Selain memilih ketua umum perawat, Munas ini juga membahas isu-isu keperawatan di Indonesia,” tegas Fauzan.

Diungkapkannya juga Munas XI PPNI dihadiri perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai 1.500 orang. Kehadiran peserta dari berbagai daerah tersebut dinilai menjadi peluang bagi Bengkulu untuk memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah, kuliner, dan destinasi pariwisata kepada masyarakat luas.

Fauzan menyebutkan, salah satu agenda utama Munas adalah memilih Ketua Umum PPNI periode 2026-2031. Sementara itu, proses pencalonan dan pemilihan akan berjalan sesuai mekanisme organisasi yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Munas.

"Selain pemilihan ketua umum, Munas juga menjadi ruang pembahasan mengenai kontribusi organisasi profesi keperawatan terhadap pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat. Makanya sinergi antara PPNI dan pemerintah diperlukan agar organisasi profesi dapat menjalankan perannya secara optimal, terutama dalam mendukung pengembangan profesi serta peningkatan kualitas pelayanan keperawatan kepada masyarakat," terangnya.

Sehubungan isu kesejahteraan Perawat dan peningkatan jenjang profesi yang turut disoroti dalam Munas, Fauzan mengatakan hal tersebut juga akan menjadi bagian dari pembahasan yang berlangsung dalam agenda organisasi.

"Melalui Munas XI PPNI, diharapkan berbagai persoalan dan kebutuhan Perawat di Indonesia dapat dibahas secara menyeluruh, sehingga menghasilkan keputusan yang mendukung kemajuan profesi keperawatan sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah,” pungkasnya. (IR)


Sumber: Media online rri.co.id