Infokom DPP PPNI - Kompetensi yang dimiliki tenaga kesehatan dalam penanganan bencana sudah diandalkan oleh pemerintah Indonesia.
Berkaitan itu Presiden Prabowo Subianto meminta dukungan tenaga kesehatan di wilayah bencana terus dimaksimalkan untuk mempercepat pemulihan warga terdampak banjir. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Kesehatan RI menerjunkan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) ke sejumlah daerah terdampak banjir di Provinsi Aceh, khususnya Aceh Utara, Rabu (17/12/2025).

Setibanya di Aceh Utara, Tim Medis Darurat atau Emergency Medical Team (EMT) langsung bergerak mengisi dua pos pelayanan kesehatan. Pos pertama berada di TCK EMT 1 Aceh Utara di kawasan pesisir Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang. Sementara pos kedua berlokasi di Pos Kesehatan Lapang untuk melayani warga di sekitar wilayah terdampak.
“Di kedua pos tersebut para tenaga medis melakukan pelayanan kesehatan terhadap warga terdampak bencana,” demikian disampaikan Kementerian Kesehatan dalam keterangan resminya, Rabu (17/12/2025), sesuai yang diliris rri.co.id.
Dari dokumentasi yang dibagikan, terlihat tenaga medis memberikan pertolongan luka ringan hingga pemeriksaan tekanan darah kepada warga.
Berdasarkan data Kemenkes, kebutuhan tenaga kesehatan terbesar di Provinsi Aceh berada di Kabupaten Aceh Utara, total kebutuhan tenaga medis di Aceh mencapai 176 orang, terdiri dari 13 tenaga medis di RSUD serta 163 tenaga medis untuk puskesmas dan posko kesehatan.
Selain itu, Pemda Aceh Utara masih membutuhkan tambahan tenaga medis di RSUD Cut Meutia dan RSUD Muchtar Hasbi. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pemerintah pusat menyiapkan pengiriman 600 tenaga kesehatan secara bertahap ke wilayah bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sesuai arahan Presiden Prabowo saat rapat koordinasi penanganan bencana di Aceh. (IR)
Sumber : Media online rri.co.id