News

RSUD Kota Kendari Gelar Pelatihan BTCLS Untuk 27 Perawat : Upaya Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal

Oleh Admin Rabu, 11 Februari 2026
RSUD Kota Kendari Gelar Pelatihan BTCLS Untuk 27 Perawat : Upaya Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal

Infokom DPP PPNI - Melalui berbagai kesempatan telah dilakukan oleh pihak terkait dalam meningkatkan sumber daya manusia kesehatan pada institusi pelayanan kesehatan.

Sebagai upaya meningkatkan mutu layanan kegawatdaruratan terus dilakukan RSUD Kota Kendari Rumah sakit milik pemerintah daerah itu menggelar pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) selama lima hari bagi puluhan Perawat yang bertugas di lini terdepan pelayanan pasien

Sebanyak 27 Perawat dari berbagai unit, mulai dari Unit Gawat Darurat (UGD), ICU, NICU, PICU, hingga Hemodialisa, mengikuti pelatihan selama 50 jam pada 10-14 Februari 2026.

Kegiatan ini difokuskan untuk memperkuat kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani kasus trauma serta gangguan kardiopulmonal, termasuk pemberian bantuan hidup dasar.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kota Kendari, Hasria Mahmud mengatakan, pelatihan tersebut merupakan langkah strategis rumah sakit dalam mengejar pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM). Selama ini capaian SPM RSUD Kota Kendari masih berada pada kisaran 60-65 persen.

“Ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian penting memastikan standar pelayanan minimal bisa tercapai maksimal. Kami menargetkan angka itu dapat menyentuh 100 persen,” ujar Hasria, Selasa (10/2/2026).

Ia menegaskan sertifikat bukan tujuan utama. Yang lebih penting, tenaga perawat memiliki kompetensi dan kesiapan menghadapi kondisi darurat pasien.

“Ini soal kemampuan. Seperti SIM, seseorang tidak boleh bertugas sebelum memiliki keterampilan tersebut,” katanya.

Menurut Hasria, pelayanan yang baik sangat dipengaruhi penguasaan keterampilan teknis, kepatuhan terhadap prosedur operasional standar (SOP), serta sikap melayani dengan empati. Peningkatan kualitas layanan diyakini berdampak pada kepercayaan masyarakat, kenaikan jumlah kunjungan pasien, hingga kesejahteraan tenaga kesehatan.

Selain menjabat Plt Direktur RSUD Kota Kendari, Hasria juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari. Ia mengingatkan peserta pelatihan agar tidak terjebak pola kerja lama karena ilmu kedokteran dan teknologi kesehatan terus berkembang.

“Ilmu ini harus langsung diaplikasikan. Salah sedikit saja dalam penanganan bisa berakibat fatal karena yang ditangani adalah nyawa manusia,” tuturnya.

Muhammad Asru Asrul selaku ketua panitia pelatihan menjelaskan sebagian besar pembiayaan kegiatan ditanggung oleh rumah sakit sebagai bentuk komitmen manajemen dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia, meskipun kondisi keuangan rumah sakit belum ideal.

Melalui pelatihan ini, RSUD Kota Kendari berharap seluruh perawat, terutama yang bertugas di unit kegawatdaruratan, memiliki kesiapan penuh dalam menghadapi berbagai kondisi pasien kritis. Rumah sakit juga memandang peningkatan kompetensi tenaga kesehatan sebagai investasi jangka panjang guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Kendari. (IR)


Sumber : sultrademo.co