Infokom DPP PPNI - Momen hari pers diperingati di berbagai wilayah Indonesia melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat.
Untuk itulah insan pers Kabupaten Kepulauan Anambas menggandeng Puskesmas Letung, Kepulauan Riau, membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Letung dan sekitarnya, Senin (9/2). Sebanyak 80 orang memanfaatkan layanan ini, mayoritas dari kelompok lanjut usia.

Kegiatan tersebut menjadi wujud keterlibatan pers yang tidak berhenti pada pemberitaan. Melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan, pers ikut menghadirkan layanan yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
Antusiasme terlihat sejak pagi. Banyak peserta mengaku jarang memeriksakan kesehatan karena jarak fasilitas medis yang jauh serta keterbatasan transportasi, terutama bagi lansia.
Pemeriksaan berfokus pada deteksi penyakit tidak menular yang kerap dialami masyarakat. Tenaga medis memeriksa gula darah, asam urat, dan kolesterol untuk mengetahui kondisi kesehatan warga secara langsung.
Kepala Puskesmas Letung, Adi Mulyanto Manurung, mengatakan pemeriksaan ini membantu menemukan potensi penyakit sejak dini agar penanganan dapat segera diberikan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan cukup banyak warga terdeteksi mengalami hipertensi, diabetes, dan asam urat. Temuan tersebut didominasi peserta dari kelompok usia lanjut.
Sebagai tindak lanjut, Puskesmas Letung tidak hanya menyerahkan hasil pemeriksaan. Tenaga medis juga membagikan obat gratis sesuai keluhan dan hasil diagnosis masing-masing warga.
“Kami ingin masyarakat bukan sekadar tahu kondisi kesehatannya, tetapi juga langsung mendapat pengobatan dan pemahaman untuk mengendalikan penyakitnya,” terang Manurung.
Selain pemeriksaan, layanan pengobatan gratis terbuka untuk masyarakat umum. Warga datang dengan keluhan demam, batuk, nyeri badan, hingga gangguan kesehatan ringan. Tenaga medis turut menangani luka ringan, termasuk pembersihan dan pembalutan.
Salah satu warga, Gofar (56), menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif insan pers yang mampu merangkul tenaga kesehatan untuk turun langsung melayani masyarakat.
“Ini contoh nyata peran pers. Bukan cuma menulis berita, tapi benar-benar hadir membantu masyarakat kecil seperti kami,” kata Gofar.
Ia mengaku jarang mendatangi fasilitas kesehatan karena jarak yang jauh dan tidak ada keluarga yang bisa mengantar.
“Saya sering menunda ke Puskesmas karena jauh. Jadi layanan seperti ini sangat membantu,” tuturnya.
Diharapkannya, kolaborasi antara pers dan tenaga kesehatan terus berlanjut. Menurut dia, pola jemput bola sangat dibutuhkan warga lanjut usia yang memiliki keterbatasan mobilitas. (IR)
Sumber: Media online gokepri.com