Infokom DPP PPNI - Mengenang jasa para tenaga kesehatan termasuk Perawat yang meninggal akibat perjuangan kembali dikenang oleh penerusnya.

Peran Perawat adalah seperti tangan Tuhan bagi manusia yang terluka. Dimana di Pantai ini, tangan-tangan itu pernah dipatahkan melalui perang.
“Tugas kami hari ini adalah menyambungnya kembali dengan cinta,” terang Tri Hardani selaku PPNI Bangka Barat.
Pada 16 Februari 2026 menjadi momen yang sarat akan haru. PPNI Kabupaten Bangka Barat kembali hadir dalam peringatan ke 8 tragedi pembantaian 22 Perawat Angkatan Darat Australia di Pantai Tanjung Kalian dan Pantai Radji.
Bukan hanya sekadar seremonial, kehadiran PPNI disini adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap sejarah profesi Perawat dunia.
Adapun tragedi 1942 yang menimpa Perawat militer Australia saat menjadi peringatan bersama bagi semua bahwa sumpah kemanusiaan melampaui batas negara dan waktu.

Untuk itulah sejak 2017, PPNI Bangka Barat dibawah kepemimpinan Tri Handani secara konsisten mendampingi keluarga korban dan delegasi Australia.
Hal ini membuktikan bahwa Perawat Indonesia tidak hanya ahli dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi penjaga narasi kemanusiaan global.
“Let’us We forget… Mari kita jadikan sejarah ini sebagai universitas moral” untuk terus mengabdi dengan hati. (IR)