Infokom DPP PPNI - Prestasi maupun karya yang dicanangkan oleh seorang peneliti muda dapat memberikan kontribusi dalam pengobatan penyakit di masyarakat.
Sebagai peneliti muda, Deandra Ozora Nonika Belva telah meraih medali perunggu pada lomba karya ilmiah remaja (KIR) dalam Screen International Research and Entrepreneurship Competition (SIREC) 2025 di Universitas Negeri Yogyakarta, Juli lalu.
Deandra Ozora Nonika Belva duduk santai. Dia menunggu bel tanda istirahat berakhir berbunyi. Siang itu dia tidak banyak kegiatan. Di sekolahnya, SMAN 2 Lamongan, Deandra dikenal aktif.
Dia tahun lalu menjadi bendahara OSIS. Siswa kelas XII tersebut juga aktif mengikuti ekstrakulikuler Romansa Cendekia dan lomba-lomba KIR.

Tahun lalu, Deandra mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024.
Pada tahun ini, aktivitasnya lebih banyak lagi. Deandra mengikuti Thailand Inventors Day, Bisnis Plan Competition, dan Glocal Symposium on Information and Social Sciences (GSISS).
Terakhir, dia mengikuti SIREC. Di lomba terakhir ini, Deandra berhasil mendapatkan medali perunggu kategori KIR.
Khusus di lomba pada SIREC, dirinya menyiapkan diri selama sekitar dua bulan.
Sebab, persyaratan lomba tidak hanya mengirimkan makalah, juga harus membuat poster dan melakukan rekaman video.
Deandra meneliti permasalahan pengobatan luka terbuka yang sering dialami masyarakat.
Menurut Deandra, ketika orang-orang ingin mencari tahu alternatif pengobatan luka terbuka, maka sebagian besar di antara mengalami kesulitan karena bahasa di internet cenderung sulit untuk dipahami.
Deandra lalu termotivasi untuk membuat aplkasi “WOUNDECT-APP.”
Melalui aplikasi ini dapat digunakan dengan cara men-scan objek luka terbuka yang dialami. Dari foto yang terekam di aplikasi, bakal muncul bagaimana cara penanganan pertama dan obat yang direkomendasikan.
Deandra tidak asal-asalan membuat rekomendasi di aplikasi tersebut. Sebelum menyusun data, dia konsultasi dengan Perawat di Puskesmas Lamongan, sehingga rekomendasi yang diberikan akurat.
Aplikasi tersebut baru disiapkan untuk luka terbuka seperti luka bakar, sayat, tusuk, robek, dan lecet. Aplikasi itu perlu dilakukan penyempurnaan lagi supaya bisa melakukan evaluasi mengenai luka.
“Rencananya ingin melakukan pengembangan untuk penanganan luka lain secara global,” ungkap pelajar yang bercita-cita menjadi dokter itu, sesuai yang diliris radarlamongan.jawapos.com. (IR)
Sumber : Media online radarlamongan.jawapos.com