Infokom DPP PPNI - Semangat Perawat di tanah air dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sudah mulai terpantau.
Suasana Gedung PPNI Kabupaten Purworejo mendadak meriah dengan alunan nada pada Minggu (15/02/2026).

Sebanyak 13 komisariat Perawat se-Kabupaten Purworejo unjuk kebolehan dalam Lomba Paduan Suara yang menjadi magnet utama peringatan HUT PPNI tahun ini.
Uniknya, para tenaga medis ini tidak hanya ditantang membawakan “Himne PPNI”, tetapi juga wajib melantunkan tembang tradisional Jawa seperti Cublak-cublak Suweng dan Padang Bulan.
Ketua DPD PPNI Purworejo, Heru Agung Prastowo, menegaskan bahwa pemilihan lagu daerah ini merupakan langkah konkret untuk melestarikan budaya Jawa di sela kesibukan profesi medis yang padat.
Aksi panggung para Perawat ini dinilai langsung oleh dewan juri kompeten, yaitu V. Arsy Dhimas Samodra, Prasetyo Gunawan, dan Dra. Ermin Setiyawati.
Selain olah vokal, rangkaian acara berlanjut pada sore hari dengan Lomba Cerdas Cermat (LCC) yang menguji wawasan kesehatan tata kelola organisasi, hingga program kerja PPNI.Kesehatan
Heru mengungkapkan, dalam memeriahkan HUT ke-52, PPNI Purworejo telah tancap gas sejak Januari lalu dengan berbagai kegiatan. Diawali dengan Turnamen Bulu Tangkis yang dimenangkan oleh DPK Loano sebagai Juara 1, disusul oleh DPK Kutoarjo, DPK RSUD RA Tjokronegoro, dan DPK Kemiri.
Kegiatan lainnya, PPNI Goes to School. Pada kegiatan ini, Tim penanggulangan bencana PPNI memberikan pelatihan kegawatdaruratan dan pertolongan pertama kepada siswa di SMP Negeri 4 Purworejo dan MA Takhasus Ahmad Sari di Bruno.
Sesuai dengan tema “Perawat Profesional sebagai Modal Ekonomi Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat”, PPNI Purworejo masih memiliki kegiatan besar, yakni dengan diadakannya Seminar kesehatan tentang kanker payudara pada Senin (16/02/2026).
Mengingat puncak HUT pada 17 Maret 2026 bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, acara akan dikemas dalam bentuk tasyakuran dan buka puasa bersama dengan mengundang masyarakat sekitar dan organisasi profesi kesehatan lainnya.
“Semakin profesional tenaga keperawatan, maka derajat kesehatan masyarakat akan meningkat. Jika masyarakat sehat, produktivitas pun naik, yang berujung pada kesejahteraan rakyat dan perawat itu sendiri,” tutup Heru. (IR)