News

BP3MI Sulawesi Utara Buka Peluang Perawat Bekerja Ke Jerman & Bisa Bawa Keluarga, Ini Syaratnya

Oleh Admin Jumat, 25 Juli 2025
BP3MI Sulawesi Utara Buka Peluang Perawat Bekerja Ke Jerman & Bisa Bawa Keluarga, Ini Syaratnya

Infokom DPP PPNI - Pentingnya untuk memanfaatkan kabar gembira yang tak boleh dilewatkan oleh para tenaga kesehatan termasuk Perawat yang ada di Sulawesi Utara (Sulut).

Dikarenakan program G to G (Government to Government) khusus Perawat ke Jerman kini hadir, membuka pintu lebar-lebar bagi yang ingin mengembangkan karier di kancah internasional.

Untuk itulah BP3MI Sulawesi Utara, di bawah naungan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), mengajak seluruh Perawat berbakat di Sulawesi Utara dalam memanfaatkan kesempatan emas ini.

Komitmen ini terlihat jelas dalam siaran langsung Q&A program Perawat G to G Jerman pada Kamis (17/7/2025) lalu, yang disiarkan melalui akun media sosial Facebook, youtube, dan Instagram BP3MI Sulut.

Program khusus ini merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jerman, yang berawal dari permintaan resmi dari Direktur Keuangan International Agency Ketenagakerjaan Federal Jerman.

Mereka secara khusus mencari tenaga kesehatan (Perawat) dari Indonesia melalui skema penempatan G to G.

Hal ini juga diperkuat dengan persetujuan antara Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Bundesagentur für Arbeit (BA) Jerman yang telah terjalin sejak Juli 2021.

Untuk periode 2025 ini, pendaftaran program G to G hanya akan dibuka dalam satu gelombang.

“Pendaftaran telah resmi dibuka pada 14 Juli 2025 dan akan berlangsung hingga 26 September 2025,” terang Kepala BP3MI Sulut, Syachrul Afriyadi, sesuai yang diliris beritamanado.com.

Salah satu poin penting yang selalu ditegaskan oleh Menteri P2MI, Abdul Kadir Kading, adalah kemampuan berbahasa asing.

Hal ini sangat krusial sebagai jembatan komunikasi yang efektif dengan pemberi kerja di negara tujuan.

Oleh karena itu bagi yang berminat, kesediaan untuk kursus bahasa Jerman secara mandiri adalah syarat mutlak.

“Setelah mendaftar, peserta wajib mengikuti seleksi. Ketika lulus, barulah dianjurkan mengikuti kursus bahasa Jerman, atau bisa juga mengikuti kursus yang disediakan pemerintah Jerman,” jelas Khairul Umam, narasumber dalam live Q&A tersebut.

Menurutnya, ada satu daya tarik yang luar biasa dari program ke Jerman, yakni dapat membawa serta keluarga.

“Kalau sudah dinyatakan lulus, bisa membawa keluarga, baik suami, istri, dan anak, bahkan orang tua. Itu ditanggung semua,” ungkap Khairul.

Tidak hanya itu, pendidikan anak juga akan diberikan secara gratis di Jerman.

Demikian juga untuk suami atau istri dari Perawat yang lulus juga akan difasilitasi untuk mendapat pekerjaan yang layak. Hal ini tentu menjadi nilai tambah yang sangat menarik bagi para Perawat yang memiliki keluarga.

Tahun ini, Jerman membutuhkan 150 Perawat dari Indonesia dengan berbagai posisi, meliputi:

• Perawatan Geriatri (Perawatan Kesehatan Orang Lanjut Usia): Anda akan merawat lansia di panti jompo dengan fasilitas rawat inap • Unit Perawatan Intensif • Bangsal Umum • Bangsal Medis dan Bedah • Ruang Operasi • Neurologi, Ortopedi, dan bidang terkait • Psikiatri

Berikut adalah syarat-syarat utama yang perlu dipenuhi:

• Warga Negara Indonesia (WNI) yang berstatus penduduk tetap • Berusia antara 18 hingga 38 tahun pada tanggal 26 September 2025 • Lulusan Tenaga Keperawatan dengan gelar minimal D3 Keperawatan (bukan kebidanan)• Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) perawat yang terdaftar di Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI).

• Bersedia mengikuti pelatihan bahasa Jerman secara mandiri hingga lulus level B1, atau telah memiliki sertifikat B1 bahasa Jerman dari Goethe Institut/TELC dengan nilai minimal 70 untuk semua modul • Memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun di rumah sakit, klinik Geriatri, Puskesmas, atau klinik kesehatan (tidak termasuk klinik kecantikan atau praktik dokter gigi).

Selain itu, ada beberapa persyaratan umum yang dokumennya harus Anda siapkan: 1. Scan e-KTP, 2. Scan Asli Surat Izin Orang Tua/Wali/Suami/Istri bermaterai (ketik manual/komputer) dan diketahui lurah/kepala desa, 3. Scan Asli Surat Keterangan Sehat dari rumah sakit/puskesmas pemerintah, 4. Scan Asli Surat Keterangan Status Perkawinan dan scan Akta/buku nikah (bagi yang menikah), 5. Scan berwarna dokumen Asli Akte Lahir, 6. Scan berwarna dokumen Asli Paspor (bagi yang sudah memiliki), 7. Scan berwarna dokumen Asli Ijazah Pendidikan Keperawatan minimal D3, 8. Scan berwarna dokumen Asli Transkrip Nilai Pendidikan Keperawatan minimal D3.

9. Scan berwarna dokumen Asli STR Perawat (termasuk yang sudah tidak berlaku dan dimiliki sepanjang karier), 10. Scan berwarna dokumen Asli sertifikat/kompetensi profesi perawat, 11.Scan Daftar Riwayat Hidup (CV) dalam bahasa Indonesia atau Inggris sesuai template yang tersedia, 12. Scan Surat Motivasi dalam bahasa Inggris, 13. Scan sertifikat bahasa Jerman (bagi yang memiliki), 14. Pas Foto Warna Terbaru dengan latar belakang putih, menghadap ke depan, tampak jelas, ukuran 3×4 cm. 15. Scan Kartu Kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif, 16. Scan surat pernyataan bersedia mengikuti pelatihan bahasa Jerman di Indonesia.

Untuk informasi lebih detail, jangan ragu untuk mengunjungi Kantor BP3MI Sulut di Jalan Babe Palar No. 96, Wanea, Manado.

Tentunya BP3MI siap memandu yang ingin bekerja ke Jerman melalui program G to G ini, atau untuk mengakses berbagai program dan informasi lainnya.

Program ini adalah wujud nyata perhatian dan kehadiran pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat agar bisa bekerja di luar negeri secara aman dan legal.

Pemerintah mengajak untuk bijaksana dalam memutuskan bekerja di luar negeri dan tidak terjebak dengan keberangkatan ilegal ke daerah yang tidak memiliki kerja sama resmi dengan pemerintah. (IR)


Sumber : Media online beritamanado.com