News

Jerman Perlu Banyak Perawat Indonesia, Tawarkan Gaji Capai 17 Juta

Oleh Admin Jumat, 14 November 2025
Jerman Perlu Banyak Perawat Indonesia, Tawarkan Gaji Capai 17 Juta

Infokom DPP PPNI - Demi meningkatkan kesejahteraan bagi Perawat itu sendiri, maka bekerja ke luar negeri menjadi salah satu pilihan.

Peluang kerja bagi tenaga Perawat dan bidang hospitality Indonesia semakin terbuka lebar di berbagai negara.

Kepala Cabang P3MI PT Citra Karya Sejati (CKS) Malang, Imelda Indrawaty Kesuma, mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga kerja dari luar negeri, khususnya Eropa, Timur Tengah, dan Asia, meningkat pesat seiring pertumbuhan penduduk lansia (aging population) dibanding penduduk usia muda di negara-negara tersebut.

“Kebutuhan pasar luar negeri untuk perawat luar biasa tinggi. Tidak hanya untuk tenaga medis, tetapi juga di bidang hospitality. Gajinya bisa mendekati 1.000 dolar AS atau sekitar Rp17 juta per bulan,” ujar Imelda dalam pertemuan dengan media yang tergabung dalam rombongan Prestrep bersama Kominfotik dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (13/11/2025) di Malang, sesuai yang diliris rri.co.id.

Menurutnya, beberapa negara tujuan utama tenaga kerja sektor ini adalah Jerman, Austria, dan negara-negara Eropa lainnya, di mana fasilitas dan standar kerja sangat baik. Di Jerman, misalnya, perawat yang bekerja selama lima tahun dapat membawa keluarga, dengan fasilitas pendidikan gratis untuk anak dan kesempatan kerja bagi pasangan.

Namun, Imelda menilai masih ada kendala yang dihadapi calon pekerja Indonesia, terutama dalam penguasaan bahasa asing dan kesiapan mental bekerja di luar negeri.

“Sarana dan prasarana di kampus kesehatan kita sudah bagus. Hanya saja, kemampuan bahasa dan kesiapan bekerja ke luar negeri masih perlu ditingkatkan. Karena itu, pihak perusahaan menawarkan program pelatihan bahasa selama empat hingga enam bulan,” jelasnya.

P3MI Citra Karya Sejati, kata Imelda, berencana bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja NTB untuk membuka kelas pelatihan bahasa asing di Balai Latihan Kerja (BLK) Mataram atau di pusat pelatihan CKS di Malang. Program tersebut akan menyiapkan sekitar 30 peserta per kelas dengan target penguasaan bahasa setara level B1, sesuai standar yang ditetapkan negara tujuan seperti Jerman dan Jepang.

“Kami berharap bisa audiensi dengan Bapak Kepala Dinas agar program ini mendapat dukungan penuh. Tujuannya agar tenaga kerja NTB bisa terserap lebih banyak di pasar global,” ucapnya.

Imelda menambahkan, pihaknya terbuka bagi lulusan muda, baik laki-laki maupun perempuan, yang memiliki semangat dan passion di bidang perawatan.

“Menjadi perawat itu perlu hati dan ketulusan. Tidak semua orang siap, tapi mereka yang mau belajar dan berkomitmen akan memiliki masa depan yang cerah,” jelasnya. (IR)


Sumber : Media online rri.co.id