News

Kepala LLDikti IV Jabar & Banten : Profesi Perawat dan Bidan Tak Bisa Digantikan Teknologi AI

Oleh Admin Selasa, 20 Januari 2026
Kepala LLDikti IV Jabar & Banten : Profesi Perawat dan Bidan Tak Bisa Digantikan Teknologi AI

Infokom DPP PPNI - Perkembangan teknologi pada bidang kesehatan tentunya berdampak baik dan ada juga berdampak kurang baik pada profesi kesehatan tertentu.

Untuk itulah Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Lukman, menegaskan bahwa profesi Perawat dan bidan tidak akan tergantikan oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) maupun robot. Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga pada empati dan sentuhan kemanusiaan.

“AI mampu membaca data dan robot bisa membantu tindakan teknis, tetapi keduanya tidak dapat menghadirkan empati, harapan, dan sentuhan hati kepada pasien. Karena itu, perawat dan bidan tetap memiliki peran yang tidak tergantikan,” ungkap Lukman saat menghadiri Wisuda Universitas Bhakti Asih Tangerang (UNIBANG) sekaligus Dies Natalis ke-2, Tangerang Selatan, Banten, Senin (19/1/2026), sesuai yang diliris mnctrijaya.com.

Acara wisuda ini turut dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah IV (Jawa Barat dan Banten) Lukman, Ketua Badan Pembina Yayasan Bhakti Asih Hj. Dedeh Nurhayati, Ketua Yayasan Bhakti Asih, Sulaiman Ratman.

Dalam kesempatan tersebut, Lukman memastikan seluruh proses akademik wisudawan UNIBANG telah memenuhi ketentuan nasional. Sebanyak 92 lulusan dari Program Studi S1 Keperawatan, Profesi Ners, dan D3 Kebidanan telah mengantongi nomor PIN nasional, sehingga wisuda dinyatakan sah secara administratif.

Ia juga menyoroti tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif di tengah perkembangan teknologi. Namun demikian, sektor kesehatan dinilai tetap memiliki peluang besar karena kebutuhan tenaga kesehatan terus meningkat, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Indonesia masih membutuhkan banyak tenaga kesehatan. Bahkan permintaan dari negara lain seperti Jepang, Italia, dan Portugal juga cukup tinggi. Ini merupakan peluang besar bagi lulusan keperawatan dan kebidanan,” terangnya.

Sementara itu, Rektor UNIBANG Paristiyanti Nurwardani menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa Universitas Bhakti Asih mengalami peningkatan signifikan. Jika pada tahun sebelumnya mahasiswa baru tercatat 196 orang, pada tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 938 mahasiswa baru.

“Hari ini kami mewisuda 92 orang. Tahun lalu hanya 62. Dengan pertumbuhan mahasiswa baru yang pesat, kami optimistis dalam tiga hingga empat tahun ke depan jumlah wisudawan dapat mencapai sekitar 920 orang,” imbuh Paristiyanti.

Ia menyebut lonjakan tersebut merupakan hasil dari meningkatnya kepercayaan masyarakat serta dukungan berbagai pihak, termasuk peran media dalam memperkenalkan UNIBANG kepada publik. Selain itu, UNIBANG juga mencatat peningkatan signifikan dalam penerimaan beasiswa KIP Kuliah, dari lima penerima pada tahun lalu menjadi 105 penerima pada tahun ini. (IR)


Sumber : Media online mnctrijaya.com