News

Kemenkes Kembali Kirim 40 TCK Ke Aceh Utara Demi Perkuat Yankes Bagi Masyarakat Pascabanjir

Oleh Admin Kamis, 5 Februari 2026
Kemenkes Kembali Kirim 40 TCK Ke Aceh Utara Demi Perkuat Yankes Bagi Masyarakat Pascabanjir

Infokom DPP PPNI - Konsistensi Kementerian Kesehatan dalam membantu layanan kehatan bagi masyarakat terdampak bencana terus berlanjut.

Untuk itulah Pemkab Aceh Utara  menyambut kehadiran 40 Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) yang akan memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir di Sumatra,

Puluhan tenaga kesehatan tersebut mulai bertugas selama 14 hari terhitung sejak 2 Januari 2026 dan ditempatkan di sejumlah puskesmas di wilayah Aceh Utara.

Ke-40 TCK tersebut terdiri atas sepuluh dokter umum, lima dokter gigi, empat tenaga elektromedis, dan 21 vaksinator.

Mereka ditempatkan di Puskesmas Langkahan, Puskesmas Simpang Tiga, Puskesmas Lhok Beuringen (Kecamatan Tanah Jambo Aye), Puskesmas Baktiya Barat, serta Puskesmas Blang Geulumpang, Kecamatan Seunuddon.

Penanggung Jawab Health Emergency Operation Center (HEOC) Aceh Utara, Dr. Maidar kepada Serambinews.com , Rabu (4/2/2026), mengatakan kehadiran TCK sangat membantu pelayanan kesehatan di tengah keterbatasan tenaga medis pascabencana.

“Sekitar 80 persen petugas kesehatan di Aceh Utara juga terdampak banjir, sehingga kami sangat membutuhkan dukungan tambahan. Kehadiran TCK ini sangat membantu dalam menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Maidar.

Dijelaskannya, empat tenaga elektromedis bekerja secara mobile untuk memastikan seluruh alat kesehatan di puskesmas berfungsi dengan baik.

Sementara itu, 21 vaksinator ditugaskan memberikan pelayanan imunisasi tambahan sebagai langkah antisipasi kejadian luar biasa (KLB) campak pascabanjir.

Para tenaga kesehatan ini berasal dari sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, serta puskesmas di wilayah yang tidak terdampak banjir.

Menurutnya, perekrutan TCK dilakukan melalui sistem pusat krisis Kementerian Kesehatan. Prosesnya dimulai dari pendaftaran, seleksi, hingga evaluasi oleh Kemenkes.

Hingga saat ini, TCK telah diberangkatkan dalam beberapa gelombang, yakni batch pertama sebanyak 106 orang, batch kedua 38 orang, batch ketiga 55 orang, dan saat ini telah memasuki batch keempat.

“Kami menilai para TCK ini bekerja di atas ekspektasi. Selain pelayanan medis, mereka juga memberikan dukungan psikososial kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, pada batch sebelumnya para relawan kesehatan turut membantu penanganan pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang mengalami kekambuhan pascabanjir. (IR)


Sumber : Media online serambinews.com