News

Pemanfaatan Teknologi Terus Dioptimalkan Atasi Kanker & Penguatan Layanan Jadi Prioritas

Oleh Admin Sabtu, 24 Januari 2026
Pemanfaatan Teknologi Terus Dioptimalkan Atasi Kanker & Penguatan Layanan Jadi Prioritas

Infokom DPP PPNI - Komitmen Pemerintah Indonesia untuk mengatasi penyakit menular maupun tidak menular terus diwujudkan.

Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan, Obrin Parulian mengungkapkan bahwa penguatan layanan kanker menjadi prioritas pemerintah. Ia menyebut kanker masih menjadi tantangan besar dalam sistem kesehatan nasional.

“Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen kuat untuk memperkuat layanan kesehatan, khususnya pada bidang kanker. Juga untuk penyakit kardiovaskular, stroke, urologi, kesehatan ibu dan anak, yang masih menjadi tantangan bagi sistem kesehatan nasional,” ungkap Obrin dalam sambutannya di MRCCC Siloam Semanggi, Jakarta, Kamis (22/1/2026) yang diliris rri.co.id.

Obrin menjelaskan kanker termasuk penyakit katastropik dengan beban yang terus meningkat setiap tahun. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kualitas layanan dan pembiayaan kesehatan nasional.

“Kanker, penyakit jantung, stroke, dan penyakit urologi dikategorikan sebagai penyakit katastropik. Beban kanker di Indonesia sangat tinggi dan terus meningkat,” kata Obrin.

Ia mengungkapkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) menunjukkan besarnya ancaman kanker di Indonesia. Tanpa penguatan pencegahan dan deteksi dini, lonjakan kasus diperkirakan akan terus terjadi.

“Data GLOBOCAN 2022 menunjukkan terdapat 408.661 kasus kanker baru setiap tahun. Kemudian angka kematiannya mencapai 242.988 kasus per tahun,” tuturnya.

Obrin juga menyoroti tekanan pembiayaan yang ditanggung Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akibat kanker. Menurutnya, kondisi ini mencerminkan urgensi peningkatan mutu layanan kanker nasional.

“Data BPJS Kesehatan tahun 2024 mencatat sebanyak 4,2 juta pasien kanker. Pembiayaan JKN ini telah mencapai Rp6,48 triliun,” katanya.

Menanggapi tantangan tersebut, Dokter Spesialis Onkologi Radiasi MRCCC Siloam Semanggi, Denny Handoyo Kirana menilai pemanfaatan teknologi presisi menjadi langkah strategis. Teknologi radioterapi mutakhir dinilai mampu meningkatkan kualitas perawatan pasien kanker.

“Teknologi Integrated CT-LINAC berfokus pada pasien sebagai pusat dari perawatan kanker. Melalui pencitraan CT harian dan radioterapi adaptif, setiap sesi terapi dapat disesuaikan dengan anatomi dan kondisi pasien,” ujarnya.

Pendekatan tersebut, kata Deny, memungkinkan tenaga medis menyesuaikan terapi secara lebih akurat sesuai perkembangan kondisi pasien. Pemanfaatan teknologi radioterapi adaptif juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan kanker secara menyeluruh.

“Sehingga meningkatkan presisi sekaligus mengurangi paparan radiasi yang tidak perlu pada jaringan sehat. Bagi para pasien kanker khususnya di Indonesia dan Asia Tenggara, teknologi ini memberikan terapi yang lebih aman dan waktu tunggu yang lebih singkat,” ucap Denny.


Sumber : Media online rri.co.id