Infokom DPP PPNI - Kepedulian Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) terhadap masyarakat yang terdampak banjir kembali direalisasikan di wilayah Jawa Timur.
Berkaitan itu PPNI Kabupaten Lamongan melaksanakan bakti sosial di Desa Blawi, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026).

Melalui kolaborasi dengan tim Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI, kegiatan bakti sosial tersebut meliputi pembagian paket sembako serta layanan pengobatan massal bagi warga yang telah berminggu-minggu hidup di tengah genangan air.
Nurul Chayatin selaku Ketua DPD PPNI Lamongan mengatakan aksi kemanusiaan ini merupakan respons atas kondisi kesehatan dan ekonomi warga yang terus menurun akibat banjir yang belum surut.
“Kehadiran kami bertujuan meringankan beban masyarakat, baik dari sisi kebutuhan pangan maupun pemulihan kesehatan pasca-banjir,” ungkapnya, sesuai yang diliris rri.co.id.
Berdasarkan hasil pemantauan tim medis di lapangan, penyakit yang paling banyak dikeluhkan warga adalah penyakit kulit berupa gatal-gatal dan diare. Kondisi lingkungan yang lembap dan kurang higienis menjadi faktor utama munculnya gangguan kesehatan tersebut.
“Penyakit kulit dan diare paling mendominasi. Karena itu, kami mengadakan pengobatan massal agar warga bisa mendapatkan penanganan medis yang layak,” jelasnya.
Selain itu, sejumlah warga, terutama anak-anak, juga mengalami flu dan batuk akibat kondisi cuaca dan lingkungan yang tidak mendukung.
Banjir yang melanda wilayah tersebut diketahui telah merendam permukiman warga selama sekitar 20 hari hingga satu setengah bulan. Dampaknya, aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh total karena tidak adanya lapangan pekerjaan selama banjir berlangsung.
Salah satu warga terdampak, Muzaroah, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski rumahnya telah ditinggikan sebanyak dua kali, air tetap masuk ke dalam hunian. Ia berharap pemerintah terus memberikan perhatian lebih agar penanganan banjir dapat segera dilakukan dan perekonomian warga kembali berjalan.
“Kebutuhan sembako sangat mendesak karena ekonomi surut dan tidak ada pekerjaan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Blawi, Khoirul Huda, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PPNI Lamongan atas bantuan yang diberikan kepada warganya.
“Bantuan sembako dan pengobatan gratis ini sangat bermanfaat bagi warga kami yang sudah terdampak banjir hampir satu setengah bulan. Kegiatan seperti ini memang sangat dinantikan masyarakat,” ucapnya.
Dirinya berharap sinergi antara organisasi profesi, pemerintah, dan berbagai pihak lainnya terus terjalin untuk membantu masyarakat menghadapi bencana banjir yang kerap terjadi setiap tahun. (IR)
Sumber : Media online rri.co.id