Infokom DPP PPNI - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyampaikan duka mendalam atas musibah bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir.
Ketua Umum DPP PPNI, Harif Fadhillah, menegaskan bahwa duka yang dialami para perawat di daerah terdampak adalah duka seluruh perawat Indonesia.

Dalam pesannya Harif Fadhillah mengingatkan bahwa profesi keperawatan bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan kemanusiaan yang mengikat seluruh perawat dalam solidaritas yang kuat, terutama ketika terjadi musibah nasional.
“Perawat-perawat kita yang menjadi korban mendapat doa, empati, dan pelukan dari seluruh keluarga besar PPNI di seluruh Indonesia. Keteguhan hati, keberanian, dan dedikasi kalian adalah cermin dari martabat tertinggi profesi perawat,” ungkap Harif.
Ia menambahkan bahwa musibah ini bukan hanya menjadi duka bagi keluarga korban, tetapi juga bagi seluruh komunitas perawat Indonesia. Karena itu, PPNI memastikan dukungan penuh bagi perawat yang terdampak maupun yang sedang bertugas di lapangan.
Dalam pesannya, Harif Fadhillah juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para perawat yang terus berada di garis depan, mengevakuasi korban, memberikan layanan kesehatan, hingga memastikan fasilitas kesehatan tetap berjalan meski di tengah kondisi yang sulit.
Ia meminta seluruh perawat untuk tetap teguh menghadapi keterbatasan dan ancaman keselamatan selama proses penanganan bencana berlangsung.
“Di tengah keterbatasan dan ancaman keselamatan, kalian tetap berdiri tegak karena kemanusiaan lebih besar dari rasa takut,” jelasnya.
Harif menutup pesannya dengan menegaskan komitmen organisasi untuk terus mendampingi dan memastikan seluruh perawat tidak menghadapi situasi bencana secara sendirian.
“PPNI berdiri bersama kalian dan tidak akan membiarkan perawat yang menghadapi musibah ini sendirian,” tegasnya. (IR)