News

Audiensi Wagub DIY & Alumni STIKES Notokusumo : Dukung Jejaring Perlindungan Perawat Migran

Oleh Admin Kamis, 22 Januari 2026
Audiensi Wagub DIY & Alumni STIKES Notokusumo : Dukung Jejaring Perlindungan Perawat Migran

Infokom DPP PPNI - Semua pihak terkait termasuk pemerintah daerah mempunyai perannya untuk melindungi tenaga kesehatan dimanapun berada.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menekankan pentingnya pembentukan paguyuban alumni sebagai wadah komunikasi dan perlindungan bagi tenaga kesehatan Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Hal itu disampaikan dalam audiensi bersama pimpinan dan panitia Dies Natalis ke-36 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Notokusumo Yogyakarta, Rabu (21/01/2026), di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan.



Menurut Sri Paduka, keberadaan paguyuban alumni tidak hanya berfungsi sebagai sarana memperkuat jejaring komunikasi, tetapi juga dapat menjadi mekanisme penanganan konflik, musibah, hingga membuka peluang karier internasional bagi lulusan keperawatan.

Ia menilai, alumni STIKES Notokusumo telah terbukti memiliki kualitas dan daya saing tinggi, dengan banyak yang bekerja di Jepang, Jerman, hingga Timur Tengah. “Permintaan tenaga perawat terus meningkat, sementara kompetensi di bidang ini tidak mudah dan tidak murah. Artinya, peningkatan kapasitas pendidikan keperawatan di STIKES terbukti mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan,” ungkap Sri Paduka.

Ia juga menyoroti persoalan yang kerap dihadapi pekerja migran, mulai dari keterlambatan kepulangan hingga kondisi terlantar akibat perubahan situasi di negara tujuan. Dengan adanya paguyuban alumni, proses pendampingan dan perlindungan bagi ratusan lulusan yang bekerja di luar negeri akan lebih terstruktur.

“Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kondisi alumni setelah berada di sana, apakah terurus atau tidak. Dengan adanya paguyuban, pendampingan ke depan akan lebih mudah,” tambahnya.

Ketua Pengurus Yayasan Notokusumo, Samudro Tjondronegoro menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai asosiasi alumni akan menjadi sarana penting untuk menjaga hubungan berkelanjutan antar lulusan, sekaligus mempermudah pencarian solusi jika terjadi permasalahan, terutama yang berkaitan dengan keselamatan.

Sementara itu, Ketua STIKES Notokusumo Yogyakarta, Taukhit menyampaikan harapannya menjelang peringatan Dies Natalis ke-36 yang akan digelar pada 3 Februari mendatang. Ia menegaskan komitmen STIKES untuk terus meningkatkan mutu pendidikan agar mampu menghasilkan lulusan keperawatan dan farmasi yang berkualitas serta bermanfaat bagi masyarakat. (IR)


Sumber : Media online jogja.viva.co.id