Infokom DPP PPNI - Kepedulian masyarakat keperawatan di Bali terhadap bencana alam yang terjadi wilayahnya telah direalisasikan.
Musibah yang menyebabkan banjir besar akibat hujan deras terus menerus terjadi pada 10-12 September 2025, dan berdampak kurang baik terhadap perekonomian, kesehatan dan hal lainnya.
Sementara beberapa wilayah yang terdampak parah antara lain Kota Denpasar, Jembrana, Gianyar, Badung, dan Karangasem.
Selain menimbulkan korban jiwa, banjir di Bali mengakibatkan dua jembatan putus atau rusak di Gianyar dan Karangasem.
Berdasarkan hasil pendataan dari pihak terkait, diketahui ada bangunan yang rusak akibat banjir sebanyak 474 unit. Dimana bangunan yang rusak itu umumnya berupa kios dan ruko pedagang di pasar yang terdampak.

Dalam upaya untuk membantu yang terdampak, maka Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Bali yang diketuai I Gusti Ngurah K Sukadarma , melalui Badan Penanggulangan Bencana (Bapena) PPNI Bali, telah menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana tersebut.
Untuk itulah Bapena PPNI berkoordinasi dengan tim kesehatan lain, yang mana Bapena PPNI melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti BNPB, BPBD, dan institusi kesehatan lainnya untuk mengkoordinasikan respons bencana.

Tindak lanjutnya, tim Perawat PPNI mendatangi korban di posko pengungsian untuk memberikan pemeriksaan kesehatan, obat-obatan, dan layanan dukungan psikososial.
Selain itu, PPNI juga memberikan penyuluhan kepada korban mengenai cara menjaga kesehatan dan kebersihan setelah banjir untuk mencegah penyakit pasca bencana. (IR)
Sumber : DPW PPNI Bali