News

Kemenkes Edukasi Tanda Bornout & Cara Atasinya, Masyarakat Diimbau Agar Peka Kondisi Diri Sendiri

Oleh Admin Senin, 30 Maret 2026
Kemenkes Edukasi Tanda Bornout & Cara Atasinya, Masyarakat Diimbau Agar Peka Kondisi Diri Sendiri


Infokom DPP PPNI - Penyakit menular maupun tidak menular tetap menjadi perhatian serius bagi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) termasuk kesehatan mental.

Sehubungan itu pula Kemenkes mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai burnout atau kelelahan mental akibat tekanan berkepanjangan. Kondisi ini dinilai kerap diabaikan, padahal dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental maupun fisik.

Melalui unggahan resminya di akun Instagram @kemenkes_ri, Kemenkes menjelaskan bahwa burnout merupakan kelelahan emosional dan mental yang dipicu oleh stres berkepanjangan, seperti beban kerja yang menumpuk, jam kerja yang terlalu panjang, kurangnya dukungan lingkungan, hingga tuntutan untuk selalu tampil sempurna.

“Burnout bisa bikin mental dan tubuh ikutan drop. Yuk, kenali tandanya dan mulai peduli sama diri sendiri,” tulis Kemenkes, sesuai yang diliris seputarfakta.com.

Adapun tanda-tanda burnout antara lain hilangnya semangat beraktivitas, mudah marah atau tersinggung, sulit tidur namun tetap merasa lelah, serta munculnya perasaan gagal atau tidak berdaya.

Kemenkes juga menyoroti bahwa burnout tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis, tetapi juga dapat memicu gangguan fisik. Beberapa di antaranya seperti sakit kepala, nyeri otot tanpa sebab, gangguan pencernaan seperti maag dan mual, hingga penurunan daya tahan tubuh. Dalam kondisi tertentu, burnout bahkan dapat berkembang menjadi depresi jika tidak ditangani dengan baik.

Berkaitan itu pula, masyarakat diimbau agar lebih peka terhadap kondisi diri sendiri dan tidak mengabaikan tanda-tanda kelelahan mental. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan langkah sederhana, seperti berbagi cerita dengan orang terpercaya, meluangkan waktu untuk melakukan hobi, rutin beraktivitas fisik, serta menjaga pola tidur dan makan.

Selain itu, Kemenkes menekankan pentingnya menyadari batas kemampuan diri dan tidak memaksakan segala sesuatu harus berjalan sempurna.

Tentunya Burnout bisa dicegah asal seseorang mau mendengarkan kebutuhan diri sendiri. Mengenali tanda sejak dini dan mengambil langkah perawatan sederhana menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara kesehatan mental dan produktivitas. (IR)


Sumber: Media online seputarfakta.com


Dikembangkan oleh PPNI-INNA.ORG - Departemen Teknologi Informasi © Copyright 2026