News

Poltekkes Kemenkes Jayapura Inginkan Lulusan Keperawatannya Berkontribusi di Papua Selatan & Merauke

Oleh Admin Kamis, 8 Oktober 2026
Poltekkes Kemenkes Jayapura Inginkan Lulusan Keperawatannya Berkontribusi di Papua Selatan & Merauke

Infokom DPP PPNI - Upaya mendistribusikan kebutuhan tenaga kesehatan khususnya Perawat pada wilayah tertinggal ataupun terjauh kembali terus direncanakan maupun diarahkan dengan baik dan terarah.

Sehubungan itu Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jayapura mendorong lulusan Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Merauke untuk berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, terutama di wilayah Provinsi Papua Selatan dan daerah sekitarnya.

Permasalahan tersebut disampaikan Direktur Poltekkes Kemenkes Jayapura Budi Kristanto dalam kegiatan Wisuda Program Studi Diploma Tiga Keperawatan Merauke Tahun Akademik 2025/2026, yang digelar di Aula Egrah Sai, Selasa (6/8/2026).

Dikatakannya bahwa wisuda menjadi momentum penting bagi para lulusan yang telah menyelesaikan rangkaian pendidikan, mulai dari pembelajaran teori, praktik laboratorium, praktik klinik dan lapangan, hingga berbagai ujian serta penyusunan laporan.

Budi Kristanto mengatakan bahwa para lulusan yang kini menyandang gelar Ahli Madya Keperawatan telah melewati proses panjang yang membutuhkan kesabaran, keteguhan, dan kerja keras.

“Atas nama pimpinan dan seluruh civitas akademika Poltekkes Kemenkes Jayapura, saya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada para wisudawan dan wisudawati. Perjalanan akademik saudara-saudari tidaklah mudah. Pencapaian hari ini merupakan buah dari perjuangan panjang yang patut dibanggakan,” ucapnya, sesuai yang diliris rri.co.id.

Menurutnya, Poltekkes Kemenkes Jayapura memiliki tanggung jawab strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang kesehatan yang berkualitas dan berdaya saing.

Pendidikan vokasi kesehatan, kata dia, diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal atau 3T di Tanah Papua, khususnya wilayah Bumi Anim Ha.

Diungkapkannya, tantangan ketersediaan tenaga kesehatan masih cukup besar. Karena itu, institusi pendidikan kesehatan tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan dalam jumlah yang memadai, tetapi juga memiliki kompetensi, etika, dan kemampuan untuk memberikan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kehadiran Program Studi Diploma Tiga Keperawatan di Merauke merupakan bentuk komitmen Poltekkes Kemenkes Jayapura dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan lokal,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Poltekkes Kemenkes Jayapura juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Merauke atas dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan di Kampus Merauke. Dukungan tersebut mencakup sarana dan prasarana, penyediaan bahan praktik, kemitraan dengan fasilitas pelayanan kesehatan, hingga dukungan terhadap penyerapan lulusan.

Budi Kristanto menyebut sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk mencetak tenaga kesehatan yang kompeten, beretika, dan siap mengabdi kepada masyarakat.

“Kami berharap lulusan dari Kampus Merauke dapat mengisi kekosongan tenaga kesehatan di wilayah Provinsi Papua Selatan dan Kabupaten Merauke sekitarnya, serta berkontribusi langsung dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di puskesmas, rumah sakit maupun komunitas masyarakat,” ucapnya.

Kepada para wisudawan dan wisudawati, ia mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjuangan memasuki dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat. Para lulusan juga diminta terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas dan menjunjung tinggi etika profesi keperawatan.

“Jadilah perawat yang hadir dengan hati, memberikan pelayanan dengan sepenuh jiwa dan menjadi cahaya di tengah masyarakat,” pesannya.

Selain memasuki dunia kerja, para lulusan juga didorong untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Poltekkes Kemenkes Jayapura telah menyediakan pendidikan lanjutan di bidang keperawatan hingga jenjang sarjana dan profesi.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Teruslah mengembangkan diri agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar, baik di bidang keperawatan, manajemen kesehatan maupun kebijakan publik,” pungkasnya. (IR)


Sumber: Media online rri.co.id