News

Bupati Aceh Utara Intruksikan Dinkes Mempercepat Realisasi Program Satu Perawat Satu Desa

Oleh Admin Kamis, 24 September 2026
Bupati Aceh Utara Intruksikan Dinkes Mempercepat Realisasi Program Satu Perawat Satu Desa

Infokom DPP PPNI - Upaya merealisasikan program Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) berkaitan One Village One Nurse (OVON) atau satu Perawat - satu desa, telah mendapatkan apresiasi maupun tanggapan baik dari pemerintah daerah.

Sehubungan itu Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil, atau yang lebih dikenal Ayah Wa menegaskan pentingnya atas penguatan pelayanan kesehatan primer dengan menginstruksikan Dinas Kesehatan setempat untuk mempercepat realisasi program satu perawat untuk satu desa.

"Saya minta Kepala Dinas Kesehatan harus menempatkan satu perawat di satu Gampong. Khusus untuk satu orang perawat setiap desa, tolong cek semua kesehatan masyarakat. Ini pelayanan utama agar ibu-ibu kita di desa jangan sampai baru ke rumah sakit saat kondisinya sudah kronis," ucap Bupati Ayah Wa dalam sambutannya, saat meresmikan Rumah Sakit Swasta Diana Medical Center di Gampong Matang Kumbang, Kecamatan Baktiya, Aceh, Senin (21/9/2026), sesuai yang diliris rri.co.id.

Bupati Ayah Wa meminta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Nurzahri, untuk memprioritaskan penyiapan dan penyiagaan tenaga kesehatan di tingkat Gampong.

Menurutnya, kecenderungan masyarakat perdesaan yang enggan berobat sebelum kondisi penyakitnya parah harus diantisipasi dengan upaya promotif dan preventif secara aktif oleh perawat desa. Harus dipastikan masyarakat di gampong-gampong dalam keadaan sehat.

"Biasa orang di kampung kalau tidak kronis tidak mau ke rumah sakit. Maka inilah tugas kita bersama, tugas perawat khususnya Dinas Kesehatan. Cek kesehatan masyarakat dari desa, kalau sudah ada rekomendasi perawat desa, langsung bawa ke rumah sakit," kata Bupati Aceh Utara.

Dijelaskannya, bahwa instruksi tersebut memerlukan eksekusi nyata dari pimpinan instansi terkait. Evaluasi kinerja akan dilakukan secara berkala untuk memastikan program pelayanan kesehatan warga perdesaan berjalan optimal.

“Ini tugas Kadis Kesehatan, tolong segera ditindaklanjuti. Ini terakhir kali saya tegaskan, nanti saya evaluasi,” sambungnya.

Untuk diketahui bahwa peresmian RS Diana Medical Center menambah jajaran fasilitas kesehatan swasta di Kabupaten Aceh Utara.

Bupati Aceh Utara menerangkan bahwa saat ini sudah terdapat tiga rumah sakit swasta yang beroperasi di wilayahnya, yakni RS Zahra Lhoksukon, RS PIM di Kecamatan Dewantara, dan RS Diana Medical Center di Kecamatan Baktiya.

Pada acara peresmian RS Diana Medical Center tersebut dihadiri jajaran pimpinan rumah sakit swasta dari Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, jajaran Dinas Kesehatan, serta jajaran pejabat pemda setempat. (IR)


Sumber: Media online rri.co.id